PALU – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berkomitmen penuh meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, MM, saat menghadiri Workshop Transformasi INA-CBG ke I-DRG di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 7-9 Juli 2026 ini dibuka oleh Sekprov Sulteng, Dr. Dra. Novalina, M.M. Workshop ini krusial bagi rumah sakit untuk bersiap menghadapi perubahan sistem pembayaran layanan kesehatan nasional, dari Indonesia Case Base Groups (INA-CBG) menuju Indonesian Diagnosis Related Groups (I-DRG).
Di sela acara, Sekda Musda Guntur mengungkapkan bahwa transisi ke sistem I-DRG adalah momentum penting bagi tata kelola kesehatan daerah.
“Pemerintah daerah harus bergerak cepat mempersiapkan SDM, sistem, dan tata kelola BLUD. Langkah ini wajib agar kita mampu menyelaraskan kebijakan nasional dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas di lapangan,” ujar Musda Guntur.
Selama workshop, para peserta dibekali materi strategis mulai dari tata kelola BLUD oleh Kemendagri, metode koding diagnosis, pencegahan fraud (kecurangan), hingga strategi penyelesaian klaim pending. Narasumber yang dihadirkan berasal dari pakar Kemendagri, PERSI, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Persahabatan Jakarta.
Lewat penguatan BLUD dan kesiapan RSUD menghadapi I-DRG, Pemkab Morowali Utara optimistis pelayanan kesehatan ke depan akan berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan mengutamakan keselamatan pasien. MCDD

Opini Anda