BUNGKU – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) menggelar rapat koordinasi validasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Bappelitbangda Morowali, Senin (14/9/2026). Langkah ini ditujukan untuk menekan angka kemiskinan Morowali secara efektif.
Kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Tujuan utamanya adalah memastikan intervensi penanggulangan kemiskinan Morowali tepat sasaran, terpadu, serta berbasis kondisi nyata masyarakat.


Rapat koordinasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, serta dihadiri pimpinan perangkat daerah terkait dan para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Iriane menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam melakukan pemutakhiran dan validasi data. Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan data yang akurat dan diperbarui secara berkala.
Kolaborasi dan Evaluasi Rutin ke Desa
Ia meminta setiap perangkat daerah terkait untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin. Salah satunya dengan turun langsung ke desa setiap dua bulan guna memantau kondisi masyarakat.
“Setiap dua bulan masing-masing dinas turun ke desa dan berkolaborasi. Kita harus bersama-sama bekerja agar angka kemiskinan di Morowali terus menurun,” tegas Iriane.
Ia juga menekankan pemanfaatan data berbasis desil sebagai dasar penentuan sasaran program. Dengan data yang valid, pemerintah daerah dapat memberikan intervensi sesuai kebutuhan masyarakat.
Meski Morowali memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, Iriane mengingatkan bahwa kekayaan tersebut harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, perangkat daerah diminta aktif mendampingi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses pendataan lapangan tanpa mengganggu independensi statistik.
Selain fokus pada penanganan kemiskinan Morowali, Iriane turut mengingatkan pentingnya mengendalikan laju inflasi daerah melalui sinergi lintas sektor.
Target Penurunan Angka Kemiskinan Morowali
Iriane berharap rapat koordinasi dan pemutakhiran data dapat berlangsung konsisten, termasuk melalui evaluasi berkala setiap tiga bulan.


“Angka kemiskinan Morowali saat ini berada di tingkat 10,38 persen. Kita berharap dengan upaya bersama, angka tersebut dapat terus kita turunkan,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wabup Morowali mengimbau seluruh dinas menyiapkan data sektoral sesuai kewenangan masing-masing sebagai rujukan penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
“Semua dinas terkait minimal harus memiliki data yang siap pakai. Ini penting agar kita dapat bekerja maksimal mewujudkan Morowali dengan angka kemiskinan yang semakin menurun,” pungkasnya.**

Opini Anda