MOROWALI UTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara terus menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi hingga ke tingkat akar rumput.
Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi kegiatan Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi oleh Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K. S.Pd, M.Pd, di Balai Desa Ungkea, Kecamatan Petasia Timur, pada Selasa (13/10/2026).
Desa Ungkea terpilih mewakili Kabupaten Morowali Utara pada penilaian tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Program penilaian ini merupakan inisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) yang diperluas melalui tim replikasi di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Pentingnya Tata Kelola Bersih di Level Desa
Penilaian desa percontohan antikorupsi bertujuan mengukur kesiapan dan komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Djira menyambut hangat kedatangan Tim Penilai Provinsi Sulteng di Desa Ungkea. Ia menegaskan bahwa agenda ini menjadi momen strategis bagi Pemdes Ungkea untuk membuktikan integritas serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Korupsi di tingkat desa dapat merusak kepercayaan masyarakat, menghambat pembangunan, memperlebar ketimpangan, serta menghilangkan kesempatan masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan kesejahteraan yang lebih baik,” tegas Wabup Djira.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari pembentukan nilai dasar.
“Upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari hal mendasar: membangun budaya jujur, disiplin, bertanggung jawab, berani menolak penyimpangan, dan konsisten menjalankan aturan,” tambahnya.
Harapan Menuju Morowali Utara yang Berintegritas
Wabup Djira berharap momentum penilaian ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan formalitas, melainkan ajang evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi dan kesadaran kolektif warga desa. Menurutnya, keterbatasan sumber daya bukanlah alasan untuk mengabaikan prinsip-prinsip good governance.
“Mari kita wujudkan Desa Ungkea sebagai desa yang berintegritas, transparan, partisipatif, dan akuntabel. Sekaligus menjadi bagian dari gerakan bersama membangun Kabupaten Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutup Djira.
Setelah pembukaan resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan:
- Pemaparan profil dan kesiapan Desa Ungkea.
- Sosialisasi antikorupsi oleh perwakilan KPK/Tim Replikasi.
- Penilaian serta verifikasi lapangan langsung oleh tim penilai.
Daftar Pejabat dan Tokoh yang Hadir
Kegiatan penilaian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Morut dan Provinsi Sulteng, antara lain:
- H. Djira K., S.Pd, M.Pd – Wakil Bupati Morowali Utara
- Drs. Swito Sapto Margo, MT – Ketua Tim Penilai Provinsi Sulteng
- Drs. Andi Parenrengi – Kepala Dinas PMD Morut beserta jajaran
- Desran Waka – Plt. Camat Petasia Timur
- Ir. Syarifuddin, ST, MT – Kepala Diskominfo Morut (Tim Penilai Kabupaten)
- Muhammad Idris – Kepala Desa Ungkea beserta Perangkat Desa & BPD Ungkea
- Tim Penilai dan Verifikator Lapangan Desa Antikorupsi.

Opini Anda