POSOLINE.COM- Unggahan status di akun media sosial (fb) Yasin Mangun, pada Minggu 13 Maret 2022, saat ini menjadi konsumsi publik, para netizen mulai merespon dengan berbagai spekulasi.
Pasalnya, unggahan status orang nomor dua Kabupaten Poso ini ini, langsung mengundang perhatian dan tanggapan beragam serta menjadi topik pembahasan sangat menarik untuk diperbincangkan, sekaligus mengundang pertanyaan publik, ada apa sebenarnya yang menjadi pemicunya.
Apalagi diketahui sebelumnya, Yasin Mangun sedang menjabat Wakil Bupati Poso yang berpasangan dengan dr. Verna GM Inkiriwang sebagai Bupati Poso, baru saja berjalan satu tahun satu bulan, tepatnya dilantik pada tanggal 26 Februari 2021 lalu.
Yasin Mangun yang dikonfirmasi mengakui, bahwa unggahan status di akun facebook miliknya itu benar adanya dan ditulisnya sendiri.
“Tulisan itu harus saya putuskan, setelah saya sholat tahajud dan sholat subuh, mohon petunjuk kepada Allah, bahwa sesungguhnya ini keputusan besar bagi saya, karena apa, saya turun ke poso juga melalui tahajud dan berkomitmen untuk berpasangan,” ungkap Yasin Mangun, saat di ruangan kerjanya, Senin (14/03/22)
Menjawab pertanyaan pewarta soal bagaimana janji politik disaat kampanye, termasuk Visi dan Misi Verna-Yasin, apakah bisa terwujud, jika Bupati dan Wakil Bupati yang tidak lagi memiliki sinergitas bersama dalam satu slogan mereka.
‘Membangun Bersama-Sejahtera Bersama’, kembali Yasin Mangun yang juga mantan Ketua KPUD Poso ini mengatakan, intinya dan menjadi harapan adalah dirinya mengaku tetap melaksanakan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya sebagaimana mestinya sebagai seorang Wakil Bupati.
“Karena sesungguhnya, kita diikat oleh sumpah janji jabatan. Ini yang saya buktikan hari ini, dengan tetap masuk kantor, melayani masyarakat dalam hal layanan pemerintahan daerah dan tidak ada yang berubah. Jadi disitu intinya,” ungkapnya.
Dia menambahkan, putusan yang diambil kemarin itu adalah ungkapan sikap diri, akan sebuah komitmen dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Poso.
Sehingga keputusan itu, tidak berarti merusak tatanan yang sudah dibangun dan yang akan dibangun. Tentu dengan harapan bahwa kita tetap menjaga semua Visi dan Misi, program kegiatan yang telah ditetapkan dan direncanakan sebelumnya demi untuk kesejahteraan masyarakat.
“Artinya, putusan untuk tidak bersama lagi, itu sebuah keputusan yang tidak merugikan masyarakat. Soal kemudian dasar apa putusan itu, saya harapkan tidak dibicarakan lagi, sudah tentu satu tahun waktu yang cukup untuk menjadi alasan dalam menjalin satu hubungan kebersamaan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah, saya akan tetap jalani sampai akhir periode,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada hari Minggu 13 Maret 2022 pagi, telah beredar unggahan status di akun milik Yasin Mangun ditulis begini;
Jika BERSAMA tdk lagi bermakna, maka BERPISAH adalah jawabanx.
Tetap menjaga tatanan yg telah & akan dibangun dlm aspek hidup & berkehidupan dimasyarakat & pemerintahan kab Poso menjadi satu keharusan, sehingga tanggung jawab utk mengayomi, melindungi & mensejahterakan masyarakat tetap hidup, tumbuh & berkembang serta terjaga …
Ada yakin & percaya masyarakat kita sdh lebih terbuka, kritis, cerdas & rasional dlm melihat setiap fenomena sosial kemasyarakatan & kepemimpinan pemerintahan…
Biarlah Allah Tuhan Yang Maha Pengasih & Penyayang memperlihatkan kuasa-Nya ut kita semua, dan biarlah masyarakat yg akan menjadi pengadilan tertinggi dlm satu putusan hak asasi politikx. (Ym – introspeksi diri. DM-D73

Opini Anda