Sejarah Munculnya Nama-Nama Kampung di Tangerang dan Tangerang
Note* (Camat dan Lurah perlu tau hal ini…🖌📝)
Mungkin sebagian besar masyarakat Tangerang dan Tangerang Selatan belum mengetahui sejak kapan nama2 kampung di wilayahnya muncul. Hal itu disebakan minimnya sumber kepustakaan yg mengulas tentang sejarah berdirinya kampung2 (Land) di wilayahnya baik oleh pemerintah Belanda maupun pemerintah Indonesia. Satu2nya sumber yg bisa kita dapatkan hanya melalui tutur dan mitologi masyarakat yg berkembang dari generasi ke generasi. Hal ini yg kemudian menimbulkan spekulasi dan kesimpang siuran informasi sejarah sesungguhnya.
Namun untuk mengulas informasi sejarah kapan sesungguhnya nama2 kampung tersebut ada, sy akan mencoba mengupasnya tipis-tipis biar masyarakat dpt memahaminya secara hikmat dalam permusyawaratan perwakilan.
Ayuk kita mulai saja…
Dikarenakan minimnya sumber dan catatan sejarah yg mengulas dng rinci sejak kapan nama2 kampung di Tangerang dan Tangerang Selatan itu ada, maka sy menggunakan metode pengumpulan data melalui peta yg dikeluarkan oleh VOC dan Pemerintah Belanda dlm kurun waktu 1680-1798. Sebab peta adl merupakan salah satu clue ut sy dapat masuk lebih jauh lagi sblm sy temukan asbabul hikayat sesungguhnya.
Tariiik manggg…
Untuk memulainya sy awali dari wilayah antara sungai Tjisadane dan sungai Angke yg memang sudah sejak lama ditempatkan eks pasukan pendukung VOC untuk membuka perkampungan guna pengembangan pertanian di Tangerang. (lihat peta lahan 1732).
Mereka adalah orang Jawa, Bali, Boegis, Melajou dan sebagainya. Oleh karena itulah pada Peta 1724 di arah hulu kampong Babakan sudah terdapat nama kampong2 sprt kampoong Bali, kampoong Makasar, kampoong Melayu dan Pasar Baroe. Kampong Baroe atau Pasar Baroe tepat berada di dekat benteng.
Sementara kampong tertua di sekitar benteng Tangerang adalah kampong Babakan. Suatu perkampongan yang diduga sudah ada sejak lama yang dihuni oleh penduduk lokal (setempat).
Kampong Baroe adalah suatu perkampungan baru yang ditempati oleh orang Makasar yang diduga eks tawanan Perang Gowa yang diasingkan ke Tangerang. Kampong Baroe ini sudah memiliki pemimpin sendiri ketika orang Eropa/Belanda memulai pembukaan lahan. Orang Eropa/Belanda tersebut yang diberi izin oleh Pemerintah VOC tahun 1669 adalah Cornelis Vincent van Mook. Dalam hubungan inilah terjadi hubungan timbal balik antara Cornelis Vincent van Mook dan orang Makasar. Dan untuk mendukung usahanya membuka lahan pertanian baru, Cornelis Vincent van Mook mulai mendatangkan pekerja dari Bali, Jawa dan Melajoe.
Seiring dng dibangunnya Kanal Mookervaart pada tahun 1681-1687 oleh Cornelist Vincent Mook, maka bermunculanlah nama2 kampung di hulu antara Sungai Tjisadane hingga ke Tjiampea.
Berikut nama2 kampong tersebut berdasarakan peta dan tahun yg dibuat oleh pemerintah Belanda.
* Pada Peta Land 1730 teridentifikasi kampong Tjisaok, Tjiledoek, Vereschans Tangerang, Babakan, Tjikokol, Bodjong Roempang, Ankee, Tjiadas, Tjiledoek, Kabaleen.
* Pada Peta Land 1739 teridentifikasi land-land ke arah sungai Tjisadane; het noordenstrandt en de Pasanggarahan, Sampora, veldschans Tanggerang, Tjiledoek, Tjantiga, Pondok Poetjoeng, Theunis, Crul, persil lahan sepanjang Mookervaart yang dimiliki oleh Zwaardecron, van Berendregt, Ni Hoe Kong, Pinet, Muller, de Fluit, Mol, Reguleth, van der Heijden, van der Wiel dan Durven.
*Pada peta Land 1750 teridentiffikasi antara Anke dan Tanggerang hingga ke laut adalah Tjipeteh, Tjikokol, Babakan, Grendeng, Zuiderringsloot, Zoerendaal, Groote ringsloot, Kapok, Benteng Alang-Alang. Tjenkarang, Westermede, Concordia, Kadaewa Batoestjeper, Kamal, Klappa, Dadap, Pakadjangan, Tandjong Boeroeng, Dadap Roeboboe dan Tandjong Pasir.
*Pada Peta Land 1752 persil grond, Sas, Heringa, van den Velde Theunis, Babakan, Tjikokol, Suikermolen, Tjiledoek.
*Pada Peta Land 1760 nama-nama land di sisi timur sungai Tjisadane teridentifikasi sebagai berikut: Benedenloop der Tji Sadane; Djampong; Westergouw; Salabantar; Tji Mangir. Medang; Alliet’ Andemoei; Krangan; Salak; Kademangan; Poetjong; Serpong; Geneterong; Sampora; Babakan; Tji Kotjar; Lengkong; Tjisao; Sajagati; Bodjong Gintong; Priang; Kakoelonan; Kampong Baroe; veldschans Tanggerang; Mookervaart; Paroengkoeda; Bodjongringgit (dimiliki oleh Jacob Mossel); Sabi; oude koningsdoorgraving; Kadoewang.
& Pada Peta Land 1761-1775 teridentifikasi persil west van de Krokot, Overt watersweg. Zoetendaal, Zuiderringsloot, Oude loop der Ankee, land milik Romp, Marci, Heijn, Nab. Mulhauser, de loopes koster, huisvoorn, Post Tanggeran, tuin Kadowean, Mossel Goesti Badoeloe. Westervrede, Benteng Alan-alang, Tjenkarang, Slingerland, Kamal, Selapadjang, Boedjong Ringit, Telok Naga, Pakadjangan, Malayo, Tandjoeng Boerong, Kadapang, Tagalangoes, Dadap Roeboe, Soengaei Tiram.
*Pada Peta Land 1780 teridentifikasi land Babaccan, Lengkong. Tjiletrang van Aria Tanggerang.
*Pada Peta Land 1786 teridentifikasi land Land de Noordzijde der Mookervaart; Kadoewang van Jan Dat; Kadoewang van Dufau de la Longue, Batoe Tjeper; Salapadjang; Paroeng Koeda van de Chin vrouw Limsongsia.
*Pada Peta Land 1788 teridentifikasi land Kattemangan (antara Ankee dan Tji Sadane). Tjilletrang yang disebut Sampora; Krangan.
*Pada Peta Land 1789 teridentifikasi land Babakan (antara Ankee dan Tji Sadane), Lenkong Land Tjilletrang di Sampora, Tji Atar dan Tjekatjarre.
*Pada Peta Land 1790a teridentifikasi land land Tjankaar(ang), Benting Allang Allang, Qual (fort), Canal van Soenje Kamal (uit de Mookervaart noordwaarts).
* Pada Peta Land 1790b teridentifikasi land land noorden de Mookervaart tot aan zee, bewes ten de Ankee, Fluit, Qual, Slinger land, Kamal. Benteng Alang-Alang. Land dari Westevrede, Goestie Badoeloe, De Keijser, Batoe Tjepper. Dela Longue. Paroengkoeda, Wachsmuth, Soengei Salij. Land Mossel. Kadoewang. Selapadjang. Boedjonge Ringit. Teloknaga. Land de Klerk. Ontong Java.
* Pada Peta Land 1790c teridentifikasi land sluis bij Tanggerang, Greving, Paroengkoeda, Bangeman, Kadoewang, Salapadjang, Boedjongringgit, Teloknaga, Boode, Pakadjangan. Malajoe, Panoelan, Tagalangoes. Limoeng. Katapan, De Qual, Grens met Bantam, Soengei Tiram, Tandjoeng Pasir, Ontong Djawa.
*Pada Peta Land 1798 teridentifikasi landen Panjebrangan; Djampang Oedik; Koeripan; Djampang Ilir; Salabantar; Kaloerakan; Medang; Karangan; Katoemangan; Tjilletrang; Babakan; Loenkong; Pondok Johor; Doerian Sariboe; Boedjong Sari; Tjoeroek of Tjinangka; Pondok Petir; Pondok Benda; Pondok Tjabe; Sawangan van Heim; Pondok Terong van Dekken. Land-lamd lainnya adalah Pondok Jakon, Tjisalak, Grendeng.
* Pada Peta Land 1804 land Babbaccan, Lengkong, land Tjielettrang, Pondok Loo, Djombang. Dadap, Kossong dan Tjitingang.
*(Akhir Matua Harahap, Land Tangerang di Fort Tangerang: Awal Mula Pertanian Tangerang, 30.07.2019)
Itulah sederet nama2 kampung yg tahun kemunculannya sdh teridentifikasi melalui peta.
Pertanyaannya. Bagaimana dng nama2 kampung lain yg belum teridentifikasi namanya dlm peta tersebut, bang?
Jawabannya: Sabar. Sy kumpulin energi dan stamina dulu, maklum butuh suport dr semua pihak ut pengumpulan data jaman anta branta tersebut..😆😆
Wallahu a’lam bishawab, Semoga Manfaat
*HISTORIA Tangsel*
*Padepokan Roemah Boemi Pamoelang, Senin, 03 Juli 2023

Opini Anda