MORUT– PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) melakukan penyesuaian tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah kondisi keuangan dan operasional yang masih menghadapi tekanan.
Dalam keterangan resminya tertanggal 6 Agustus 2026, perusahaan menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kondisi usaha, kemampuan keuangan, serta kebutuhan operasional perusahaan.
Saat ini, dua dari tiga smelter GNI disebut berhenti beroperasi. Perusahaan masih mempertahankan operasional satu smelter beserta pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pendukungnya untuk menjaga kegiatan usaha dan mengurangi dampak terhadap karyawan.
Perusahaan menjelaskan, kondisi keuangan yang berat juga tercermin dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang sedang berlangsung. Dalam kondisi tersebut, perusahaan menilai pengurangan biaya operasional menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.
Sebelum melakukan penyesuaian tenaga kerja, perusahaan mengaku telah menerapkan sejumlah langkah efisiensi, di antaranya mengurangi biaya operasional, menunda rekrutmen, mengurangi lembur, menyesuaikan jam kerja, melakukan mutasi karyawan, serta berbagai upaya penghematan lainnya.
Dengan jumlah karyawan sekitar 6.300 orang dan kondisi operasional yang saat ini berfokus pada satu smelter beserta PLTU pendukungnya, perusahaan menilai penyesuaian jumlah tenaga kerja diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan operasional aktual.
Proses penyesuaian tenaga kerja tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan dan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi serta kebutuhan operasional perusahaan.
Perusahaan menegaskan bahwa proses penyesuaian tenaga kerja akan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Penyelesaian hak karyawan yang terdampak juga disebut akan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian tenaga kerja merupakan langkah yang tidak mudah, namun diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional, mempertahankan aktivitas produksi, serta memenuhi kewajiban kepada para pemangku kepentingan. GNI juga menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terkait kondisi perusahaan melalui saluran komunikasi resminya.**

Opini Anda