𝐌𝐎𝐑𝐔𝐓- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara (Morut) melakukan perlindungan (Proteksi) para nelayan dengan BPJS Ketenagakerjaan diikutsertakan dalam program jaminan sosial. Termasuk puluhan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Petasia Timur sudah menerima kartu peserta BPJS.
Penyerahan Kartu Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) itu dilakukan Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi didampingi Wakil Bupati H.Djira K, Kadis Perikanan Yunber Bamba dan Kepala Cabang BPJS TK Palu Lubis Latif.
Acara ini berlangsung di sela kegiatan Buka Desa (Bupati Berkantor di Desa), sebuah kegiatan rutin setiap bulan di semua kecamatan untuk mendekatkan pelayanan pemda kepada masyarakat dalam berbagai seperti kependudukan, kesehatan dan catatan sipil.
Menurut bupati, seluruh nelayan Morut yang berjumlah 2.095 orang kini telah menjadi peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Ini merupakan wujud nyata kehadiran negara, khususnya pemerintah kabupaten dalam memberikan perlindingan sosial kepada keluarga nelayan bila kepala keluarganya mengalami risiko saat melaut, baik kecelakaan kerja yang butuh perawatan medis maupun yang meninggal dunia,” ujarnya.
Kadis Perikanan Morut Yunber Bamba yang didampingi Kacab BPJS TK Palu Lubis Latif menjelaskan, bila nelayan tersebut meninggal dunia, maka ahli warisnya akan menerima santunan sekitar Rp42 juta ditambah beasiswa untuk dua orang anak sampai mereka menyelesiakan pendidikan di perguruan tinggi.
“Seandainya nelayan tersebut hanya butuh perawatan saja, maka nelayan bersangkutan akan dibiayai perawatannya sampai pulih total menurut penilaian dokter, dengan mendapat perawatan rumah sakit di Kelas Sati,” sambung Lubis Latif.
Menurut Lubis, di seluruh Sulteng, dari 13 kota/kabupaten, baru tiga daerah yang menyertakan nelayan dalam program BPJS TK yakni Kota Palu, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.
“Nelayan merupakan salah satu bidang pekerjaan yang besar risikonya, sehingga mereka perlu sekali mendapatkan perlindungan sosial lewat BPJS TK ini,” ujar Yunber Bamba.
Kades Bungintimbe, Kisran selaku tuan rumah Buka Desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati yang sangat besar sekali perhatiannya kepada para nelayan dan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan mereka.
Bupati Delis mengatakan bahwa kerja sama dengan BPJS TK akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2023 ini untuk pemimpin rohaniawan seperti imam masjid, pendeta dan para mangku (Hindu).
Dalam acara buka desa ini, bupati juga memimpin nikah massal lewat pencatatan sipil untuk puluhan pasangan suami-istri, menyerahkan bantuan stimulan perumahan swadaya untuk warga berpenghasilan rendah dengan rumah yang tidak laik huni serta meresmikan rumah produksi UMKM Desa Bungintimbe.
Bupati juga berdialog dengan sejumlah kepala desa dan warga yang menyampaikan aspirasi dalam berbagai hal.
Masyarakat juga mendapat pelayanan administratif dari berbagai instansi seperti perizinan usaha dan mendirikan bangunan, layanan kependudukan dan KB, ketenagakerjaan, kesehatan, perindustrian dan perdagangan serta. 𝐌𝐂𝐃𝐃

Opini Anda