POSOLINE.COM- Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya lakukan kegiatan sambang untuk memperkuat kemitraan, bersama masyarakat, salah satunya mengunjungi kegiatan usaha eks Napiter Poso
Kegiatan sambangi warga diipimpin oleh Wakasubsatgas Binmas Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya Kompol. Adnan Pandibu didampingi Kanit Binmas Polsek Poso Pesisir dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tabalu Brigpol Sugiono, Kamis (17/03-22).
Rafli alias Abi Yusuf salah satu dari lima mantan narapidana kasus terorisme (napiter) yang kini menjadi peternak ayam di Desa Poso Pesisir, Kelurahan Tabalu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah merasa senang sudah dapat beraktifitas seperti masyarakat pada umumnya.
Diketahui, usaha ternak ayam itu merupakan bantuan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Menurutnya, selain bantuan ayam, mantan napiter juga diberi bantuan satu unit sepeda motor dilengkapi bak terbuka untuk mendukung kegiatan operasional usaha ternak ayam petelur kelima Eks napiter tersebut Ramdan alias Andang, Supriadi alias Upik pagar, Salamun alias Amun, Rafli Tamanjeka dan Imron Tamanjeka.
“Awalnya per orang itu ternak sebanyak 500 ekor ayam. Lalu meningkat lagi menjadi 5.000 ekor dan saat ini kami sementara pembuatan kandang yang menampung sekitar 5.000 ekor lagi dan bibit ayamnya juga sudah siap, doakan semoga dalam minggu depan ini sudah mulai beroperasi,” tutur Rafli salah seorang Napiter.
Kasatgas VI Humas Mandago Raya Kombes Pol. Didik Supranoto mengatakan, kegiatan sambang merupakan aplikasi dari Soft Approach Operasi Madago Raya untuk dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dalam wilayah operasi, dan ini terus dilakukan secara massif oleh semua elemen.
Dalam kegiatan kemitraan tersebut, Didik menjelaskan dalam giat tersebut merupakan salah satu momen untuk dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas terkait pelaksanaan operasi Madago Raya
“Mengimbau agar mendukung pelaksanaan Ops Madago Raya dengan cara memberikan informasi kepada petugas keamanan bila melihat, mendengar ataupun mengetahuiΒ keberadaan DPO Poso,” ungkap didik
Dia juga meminta untuk bekerjasama dengan TNI/Polri dalam upaya mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif serta mencegah berkembangnya paham radikalisme di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Selatan.
Di samping itu Kabid Humas Polda Sulteng ini juga berharap kepada warga yang berkebun di sekitar wilayah Pegunungan dan wilayah yang diduga menjadi jalur perlintasan DPO MIT Poso. Agar tetap waspada dan membatasi waktu aktifitas di kebun serta tidak membawa logistik yang berlebihan.**

Opini Anda