MORUT– Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale menyalurkan bantuan sembako kepada Panti Asuhan Raudhathul Fitra yang berada di Dusun Lambolo, Desa Ganda Ganda. Bantuan ini disalurkan sebagai wujud kepedulian sosial terhadap anak-anak panti asuhan dalam menyambut momentum bersejarah bangsa.
Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 100 kilogram, mi instan 11 dus, serta minyak goreng sebanyak 50 liter. Paket sembako tersebut langsung diserahkan oleh perwakilan Lapas Kolonodale kepada pihak pengurus panti asuhan, yang kemudian diterima dengan penuh sukacita.
Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-80 RI, di mana Lapas Kolonodale berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekitar.
Kalapas Kelas lll Kolonodale, Bambang Hari Widodo, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak panti yang membutuhkan uluran tangan. Ia menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata berbagi dan peduli.
βMenjelang hari kemerdekaan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di panti asuhan. Harapan kami, bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sekaligus mempererat hubungan antara Lapas Kolonodale dengan masyarakat,β ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Panti Asuhan Raudhathul Fitra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak panti.
βKami sangat berterima kasih kepada pihak Lapas Kolonodale yang telah peduli dan memperhatikan anak-anak kami. Bantuan ini sungguh berarti bagi keberlangsungan kehidupan anak-anak panti asuhan,β ungkapnya.
Ia juga berharap agar sinergi dan kepedulian semacam ini dapat terus terjalin di masa mendatang. Pihak panti asuhan merasa terbantu dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga negara seperti Lapas.
Selain memberikan bantuan, momentum ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pihak Lapas dengan pengurus serta anak-anak panti. Suasana penuh keakraban terlihat saat penyerahan berlangsung, menandakan eratnya hubungan sosial yang dibangun.
Aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi instansi lain untuk turut serta menebar kebaikan, terlebih dalam menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya sebatas seremoni, melainkan terwujud dalam kepedulian nyata terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penyaluran bantuan sembako ini, Lapas Kolonodale menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan adalah tentang berbagi dan peduli. Kehadiran negara melalui lembaga pemasyarakatan bukan hanya soal pembinaan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas, terutama mereka yang membutuhkan**

Opini Anda