𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Poso, lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTS) tahun ini berhasil menyelesaikan100 persen sertifikasi tanah masyarakat.
Menurut Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Adolf Puahadi, lewat program PTSL, capaian dari target 3.400 bidang tanah diterbitkan pada tahun 2022 ini, semuanya telah tercapai dan terealisasi 100 persen.
Katanya, memang sertifikat belum diserahkan namun secara administrasi sudah mencapai 100 persen dilaksanakan. Tinggal proses penyerahan dan penandatanganan sertifikatnya kepada masyarakat serta menunggu jadwal penyerahan.
“Pada Tahun 2022 seluruh kegiatan dapat terselesaikan dengan baik, kini tinggal menunggu penyerahan sertifikat kepada masyarakat,” jelas Adolf Puahadi, saat menggelar jumpa pers terkait capaian program strategis nasional TA 2022, di Kantor BPN Poso Jumat (9/12/22).
Selain kegiatan PTSL, kata Adolf pihaknya juga mempunyai kegiatan pensertifikatan melalui Redistribusi Tanah sebanyak 3000 bidang dan sudah diterbitkan sebanyak 1550 bidang, serta sisanya sebanyak 1450 menunggu proses pembuatan SK dan pencetakan buku tanah dan surat ukur.
Adolf juga menyampaikan, untuk kegiatan lintas sektor, pihaknya kerjasama dengan beberapa OPD yang ada di Poso, antara lain Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi dan UMKM yang menargetkan sebanyak 266 bidang, namun semua itu masih dalam proses penginputan.
Dia menambahkan, ada juga kegiatan pensertifikatan Barang Milik Negara (BMN) sebanyak 123 bidang yang dikoordinir oleh KPKNL Palu dan sudah diselesaikan 100 persen.
“Khusus Kabupaten Poso dari program sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) dari 123 bidang yang menjadi tugas BPN Poso, semuanya sudah bersertifikat dan ini merupakan asset Pemkab Poso,” rincinya.
Sementara untuk target tahun 2023, Kantor Pertanahan Poso untuk PTSL sebanyak sekitar 6000 sertifikat bidang tanah dan target pengukurannya mengikuti 4000 Hektar.
“Kami hanya mengusulkan, untuk lokasi kegiatan, dari pusat akan menentukan lokasi- lokasi yang diusulkan di pusat kan dimana sesuai 4000 hektar,” ucap Adolf didampingi sejumlah pejabat Pertanahan Poso.
Bahkan pihaknya mengusulkan di Kecamatan Lore Bersaudara. Agar kepala desa menyampaikan target masing-masing, itu berdasarkan target sertifikat 6000 dengan target 400 hektar. 𝗦𝗢𝗡

Opini Anda