𝐏𝐎𝐒𝐎- Perum Bulog Poso mengaku sulit menyerap hasil panen gabah atau beras petani. Pasalnya, harga Gabah Kering Petani (GKP) di tingkat petani dan penggilingan sedang tinggi melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atau rendah dari GKP. Hal itu disampaikan Kepala Perum Bulog Poso Ivan Faisal SE.
Sebelumnya harga pembelian kami Rp 9.000 per kg untuk beras medium. Namun dinaikkan menjadi Rp9.950 per kg, sesuai keputusan Badan Pangan Nasional.”Kenapa berubah? Karena harga beras di lapangan dan harga gabah kering petani (GKP) di tingkat petani makin hari makin meningkat. Makanya harga beras Bulog dinaikan dari Rp 9.000 menjadi 9.950 per kg,” ucap Ivan Faisal, SE, Selasa (6/5-23).
Lantaran harga gabah di tingkat petani masih cukup tinggi, hingga saat ini Perum Bulog Sub Divre Poso masih belum melakukan penyerapan beras.
Tidak hanya itu menurutnya, saat petani masih belum mulai panen raya, sehingga pasokan gabah dan beras di tingkat petani masih sangat sedikit. Dengan demikian harga gabah dan beras di tingkat petani masih diatas harga pembelian Bulog.
“Diwilayah kami belum banyak panen dan harga beras dan gabah masih di atas harga fleksibilitas pembelian Bulog, sudah beberapa bulan ini pihaknya memang belum melakukan penyerapan gabah dari petani.,” katanya.
Saat ini kata Ivan, HPP gabah Rp 9950 dimana harga tersebut adalah harga penggilingan, harga masih diatas harga pembelian Bulog.
“Sedangkan untuk harga fleksibilitas pembelian beras medium Rp11. 000 per kg. Bukannya enggan melakukan penyerapan, anggaran untuk penyerapan masih dibawah harga pasaran,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini stok beras di gudang Lawanga yakni beras medium yang merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.050 ton, telah ada 200 ton dan dalam perjalanan sebanyak 850 ton, stok ini bisa bertahan untuk beberapa bulan kedepan. PL

Opini Anda