BANGGAI – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Banggai untuk jenjang utama sempat tertunda satu hari akibat gangguan penerbangan pascaerupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
UKW di Banggai yang dipusatkan di Hotel Swiss-Belinn Luwuk ini sejatinya dimulai pada Senin (7/9/2026). Namun, enam peserta jenjang utama baru bisa menjalani ujian pada Selasa (8/9/2026) siang setelah penguji utama dari PWI Pusat tiba di lokasi.
Penguji jenjang utama yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Suprapto, sebelumnya terkendala penerbangan akibat sebaran abu vulkanik pada 4–6 September 2026. Erupsi tersebut bahkan sempat membuat operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara.
Suprapto bersama tim admin PWI Pusat akhirnya mendarat di Bandara Syukuran Amirudin Amir, Bubung, Luwuk pada Selasa pagi dan langsung menuju lokasi ujian.
“Peserta jenjang utama langsung mengikuti materi ujian pada Selasa siang. Karena tertunda sehari, sesi ujian disesuaikan hingga malam hari untuk mengejar target materi,” ujar panitia pelaksana.
Berbeda dengan jenjang utama, agenda UKW di Banggai untuk tingkat muda dan madya tetap berjalan sesuai jadwal sejak hari pertama. Ujian tingkat madya diuji oleh Sekretaris PWI Sulteng Temu Sutrisno, sedangkan tingkat muda diuji oleh Dewan Kehormatan PWI Sulteng Mahmud Matangara.
Seluruh rangkaian sertifikasi ini dijadwalkan selesai pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini merupakan kali kelima yang difasilitasi oleh manajemen JOB Tomori Sulawesi, atas dukungan SKK Migas Kalsul dan kolaborasi bersama PWI Banggai.
Fasilitasi ini menjadi bentuk komitmen berkelanjutan JOB Tomori Sulawesi dalam meningkatkan kapasitas pers di wilayah operasionalnya. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional, berintegritas, serta mendukung komunikasi yang konstruktif antara masyarakat, media, dan industri migas. **

Opini Anda