POSO– Gelombang aspirasi mengenai perlunya reformasi internal dan pembenahan tata kelola di tubuh Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) mencuat ke publik. Isu ini mengemuka setelah diunggah oleh warga jemaat, Dedy Rampalodji, melalui akun Facebook miliknya yang menyuarakan pentingnya transparansi tata kelola keuangan dan akuntabilitas pelayanan.
Saat dikonfirmasi media, Dedy membenarkan unggahan tersebut. Menurutnya, keterbukaan manajemen dan transparansi keuangan menjadi modal utama agar gereja tetap solid serta mampu bertahan di tengah tuntutan zaman.
Dedy menekankan pentingnya kesatuan hati dan kekritisan berpikir dalam mengumuli dinamika pelayanan gereja saat ini. Perbedaan sudut pandang di antara warga persekutuan, kata dia, seharusnya ditangkap sebagai energi positif untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
“GKST sudah melewati banyak badai dan gelombang sesuai konteks zaman. Hari ini kita mengumuli pelayanan dalam konteks kekinian, sehingga diperlukan kesatuan hati meskipun ada perbedaan cara berpikir untuk membangun GKST yang kuat,” ujar Dedy saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).
Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa pembenahan tata kelola harus dilakukan secara terbuka, terutama menyangkut transparansi keuangan, akuntabilitas penggunaan dana, hingga penegakan disiplin organisasi. Keterbukaan dari pengambil kebijakan dinilai penting untuk mencegah timbulnya kekecewaan di tingkat akar rumput.
Ia berharap aspirasi dan pemikiran kritis dari warga jemaat dapat direspons secara bijak dan profesional oleh Majelis Sinode (MS) GKST, sehingga organisasi dapat tetap berjalan murni sesuai rel pelayanannya.
“Sudah waktunya kita terbuka dan benar-benar bersih. Keterbukaan dan keberanian membenahi manajemen adalah kunci agar kepercayaan jemaat tetap terjaga dan pelayanan gereja membawa dampak nyata,” tegas Dedy. (SON)

Opini Anda