PALU β Pola pembinaan disiplin kepolisian yang kaku kini mulai bertransformasi demi menyelaraskan diri dengan karakteristik Generasi Z (Gen Z). Langkah progresif ini diambil oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan menggelar pelatihan peningkatan kemampuan konselor bagi para pengasuh dan tenaga pendidik (gadik) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulteng.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Bagian Psikologi Ro SDM Polda Sulteng tersebut dilangsungkan di Aula SPN Polda Sulteng, Palu, pada Selasa (14/7/2026). Program ini sengaja dirancang untuk membekali para instruktur agar mampu menjaga kesehatan mental siswa selama menjalani masa pendidikan pembentukan bintara Polri.
Kepala Bagian Psikologi Ro SDM Polda Sulteng, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pengasuh dan pendidik merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter serta mental para calon anggota Polri. Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi dan menangani persoalan psikologis siswa secara persuasif menjadi hal yang mutlak dikuasai.
βPengasuh dan tenaga pendidik harus mampu memosisikan diri sebagai konselor yang peka terhadap kondisi psikologis siswa. Melalui pendekatan ini, pembinaan tidak hanya berjalan disiplin, tetapi juga efektif dalam mencetak personel Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas,β ujar Kompol Akhmad Kunaefi di Palu.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan yang melibatkan staf psikologi dan akademisi ini adalah bedah karakteristik Generasi Z. Pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai, tantangan mental, serta gaya komunikasi yang relevan dengan generasi muda saat ini diberikan kepada para peserta.
Materi pelatihan difokuskan pada strategi komunikasi efektif agar para pengasuh dapat:
- Membangun hubungan emosional yang positif dan produktif dengan peserta didik.
- Menyampaikan instruksi dan teguran disiplin tanpa menurunkan motivasi atau memicu tekanan mental berlebih.
- Menerapkan teknik konseling dasar jika mendapati siswa yang mengalami hambatan psikologis selama pendidikan.
Tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional secara tatap muka, inovasi digital berupa Aplikasi Tinombala Sulteng turut diperkenalkan oleh Bagian Psikologi Ro SDM Polda Sulteng dalam kesempatan tersebut.
Platform digital ini difungsikan sebagai sarana pelaporan dan pemantauan kondisi psikologis siswa secara berkala. Melalui sistem ini, setiap dinamika perkembangan mental siswa di SPN dapat dideteksi lebih cepat dan terstruktur. Efeknya, potensi kendala psikologis dapat diintervensi sejak dini sebelum berdampak pada proses pendidikan.
Melalui integrasi antara kapasitas konseling personal dan dukungan teknologi ini, Polda Sulteng berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan kepolisian yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ketangguhan fisik dan mental yang menjadi pilar utama Korps Bhayangkara tetap dijaga secara optimal. **

Opini Anda