POSO – Guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi melanda Indonesia pada pertengahan tahun 2026, PT Poso Energy resmi melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di kawasan tangkapan air (catchment area) Danau Poso. Langkah mitigasi ini dilakukan untuk menjaga pasokan listrik di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan surat pemberitahuan resmi dari PT Poso Energy kepada Bupati Poso, pelaksanaan hujan buatan ini direncanakan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 4 Mei hingga 2 Juni 2026. Durasi tersebut juga membuka peluang untuk diperpanjang apabila target elevasi air belum tercapai secara optimal.
Langkah strategis ini diambil menyusul adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal. Jika dibiarkan, kemarau panjang dikhawatirkan memicu penurunan drastis pada muka air Danau Poso. Hal tersebut berisiko mengurangi suplai listrik PLN kepada masyarakat di empat provinsi, yakni Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Operasi TMC ini telah mengantongi lampu hijau melalui Surat Izin Prinsip Gubernur Sulawesi Tengah dan mengacu pada surat persetujuan dari Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG.
Selain itu, pelaksanaan ini juga merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi dari PLN UIP3B Sulawesi dan Kantor Pusat PLN sebagai bagian dari agenda mitigasi kemarau lebih awal.
Dalam keterangan tertulisnya, manajemen PT Poso Energy menegaskan bahwa seluruh proses modifikasi cuaca akan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku serta kondisi cuaca riil di sekitar Danau Poso.
Melalui upaya ini, diharapkan elevasi muka air Danau Poso dapat tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi musim kemarau di semester kedua tahun 2026. Dengan demikian, keandalan dan stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat di Wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dapat terus berjalan tanpa hambatan. SON

Opini Anda