MORUT – Sembilan desa di Kabupaten Morowali Utara menerima sertifikat penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H, dan diterima oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Morowali Utara, Ir. Syarifudin, ST., MT.
Penyerahan penghargaan ini berlangsung dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup se-Sulawesi Tengah yang digelar di Luwuk, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Program Kampung Iklim merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam memberikan apresiasi dan pengakuan kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam pengendalian perubahan iklim di tingkat lokal.
Tujuan dari penghargaan ini adalah mendorong masyarakat desa agar terus meningkatkan aksi nyata dalam adaptasi maupun mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang kian terasa di berbagai wilayah.
Kriteria penilaian Proklim mencakup tiga komponen utama, yakni Adaptasi, Mitigasi, serta Kelembagaan dan Dukungan Keberlanjutan. Adaptasi difokuskan pada upaya menghadapi risiko perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan. Mitigasi diarahkan pada langkah-langkah penurunan emisi gas rumah kaca, salah satunya melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan.
Sementara itu, aspek kelembagaan menilai adanya dukungan kebijakan, peran masyarakat, serta keberlanjutan program yang dijalankan secara swadaya. Kombinasi dari ketiga aspek inilah yang menjadi dasar penentuan kategori penghargaan Proklim.
Tingkatan penghargaan Proklim terbagi menjadi empat, yaitu Proklim Pratama, Madya, Utama, dan Lestari. Untuk tahun ini, tiga desa di Morowali Utara berhasil meraih kategori Proklim Madya, yakni Desa Korolaki, Desa Kumpi, dan Desa Korowalelo.
Sedangkan enam desa lainnya, yaitu Desa Taronggo, Desa Beteleme, Desa Koromantantu, Desa Korolama, Desa Togo Mulya, dan Desa Sumara Jaya, mendapatkan penghargaan Proklim Pratama.
Dengan pencapaian ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak desa maupun kelurahan di Morowali Utara yang terdorong untuk berpartisipasi dalam program serupa. Hal ini penting sebagai bentuk apresiasi atas upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dijalankan masyarakat.
Selain itu, penghargaan Proklim diharapkan mampu memicu terbentuknya jejaring kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperluas serta memperkuat pelaksanaan program kampung iklim di seluruh wilayah Kabupaten Morowali Utara.
Penghargaan Proklim yang diraih sembilan desa di Morowali Utara menjadi bukti nyata bahwa kesadaran lingkungan masyarakat semakin meningkat. Pemerintah daerah optimistis capaian ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan program kampung iklim demi masa depan yang lebih berkelanjutan. JEM

Opini Anda