POSO — Suasana penuh haru dan semangat menyelimuti halaman lokasi pembangunan rumah adat Desa Sulewana Kecamatan Pamona Utara pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB, Selasa 2 Juli 2025.
Pemerintah Desa bersama Lembaga Dewan Adat desa Sulewana bersatu dalam sebuah momen bersejarah.
peletakan batu pertama pembangunan rumah adat sebagai simbol kebangkitan dan pelestarian identitas budaya masyarakat setempat.


Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Calvin Yahya Sigit, S.Th. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk terus melibatkan Tuhan dalam setiap tahap pembangunan.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud nyata tekad masyarakat adat bersama pemerintah desa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya dan tradisi adat di desa setempat.
Pemerintah Desa Melalui Sekretaris Desa David Banibi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kerja sama yang terjalin antara berbagai pihak.
“Hari ini bukan hanya tentang batu pertama, tetapi tentang langkah awal menuju warisan yang akan dinikmati generasi mendatang. Kami bersyukur atas komunikasi yang terus dibangun bersama Ketua Dewan Adat. Ini adalah buah dari perjuangan panjang, mulai dari perencanaan, penyusunan gambar, hingga Pembuatan Proposal dan sebagian besar masih bersifat swadaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama dewan adat terus berusaha agar pembangunan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi Sulawesi Tengah.
Peletakan batu pertama ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat, pemerintah, dan adat bersinergi, maka tidak ada yang mustahil.
Rumah adat ini kelak akan menjadi ruang pertemuan budaya, warisan kearifan lokal, dan bukti bahwa kebersamaan mampu membangun peradaban.**

Opini Anda