Membedah Sejarah Asal Muasal Orang Betawi bagian ke dua ; Setelah keberhasilan Fatahillah dalam penaklukkan Sunda Kalapa lalu merubahnya menjadi Jayakarta di tahun 1526 tsb, secara defacto Jayakarta berada dlm pengaruh wilayah kesultanan Banten. Hal itu dikarenakan sblm penaklukan Sunda Kalapa terlebih dahulu Fatahillah menaklukan Banten dan mengislamkannya pada tahun 1526.
Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni oleh orang Banten yang terdiri dari orang2 yang berasal dari kerabat kesultanan Demak dan Cirebon. Hingga kemudian di masa kepemimpinan Pangeran Jayakarta, tepatnya pada 30 Mei 1619, Jan Pieterszoon Coen bumihanguskan Jayakarta dan berhasil memukul mundur semua pasukannya hingga ke pelosok Bahkan sebagian ada yg kembali ke Banten dan Cirebon.
Dari sininilah tonggak awal stigma para ahli dan masyarakat awam mengenai leluhur orang Betawi itu mulai bermunculan. Tata pikir ahli ‘mazhab cocokiyah’ itu berpikir dari runtuhnya istana Jayakarta yg dibumihanguskan oleh pasukan Jan Pieteerszoon Coen yg berpusat di tepian Kali Besar itu dibakar, dan seluruh penghuninnya diusir keluar Kali Besar.
Coen kemudian membangun kota baru. Dan untuk mengisi kekosongan masyarakatnya yg telah berhasil keluar dari wilayah Batavia, untuk itu Coen mendatangkan para budak dari penjuru wilayah Nusantara dan luar negeri sprt: Arakan (Birma), Andaman, dan Malabar (India). Budak2 inilah yg kemudian bagi pandangan ‘mazhab cocokiyah’ dianggap sebagai leluhur orang2 Betawi. Ditambah lagi dengan dijadikannya Batavia sbg basis administrasi perdagangan dan perkantoran VOC di Hindia Belanda, para saudagar2 dari Arab dan Cina banyak berdatangan ke Batavia dng membawa adat dan kebudayaannya. Semakin menguatkan dugaan dan spekulasi bahwa leluhur orang Betawi adalah hasil percampuran genetika gado2. Ilokan gitu?
Mereka lupa, jika jauh sblm Pajajaran membuka pelabuhannya di wilayah Kalapa di abad ke-12, telah ada penduduk lokal yg mendiam wilayah tersebut? Penduduk pesisir yg telah bermukim sejak abad ke-5 di masa kerajaan Tarumanegara, yg oleh pakar menyebutnya sbg Sundapura atau Melayu Jawa?
Tempat dimana ditemukannya sebuah prasasti yg oleh orang Betawi menyebutnya dng ‘Batu Tunggak/Batuhtumbuh’ atau yg keyen disebut ‘Prasasti Tugu’.
Batu Tunggak itu ditemukan di wilayah yg skg Desa Tugu dekat Semper Jakarta Utara. Sebuah prasasti yg isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya. Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
Ini seru nih…seru. Tapi lebih seru biar gak boring dan ngantuk, kita tunggu sambungannya pada Part selanjutnya…***
Bersambung ke Part.3
Wallahu a’lam bishawab
Semoga Manfaat
Padepokan Roemah Boemi Pamoelang,
10 November 2022

Opini Anda