POSO – Turnamen Domino Piala Kapolres Poso II bergulir dengan tensi tinggi sejak dibuka pada Rabu (24/06/2026). Memasuki babak krusial yang dimulai pasca-sholat Jumat pukul 13.00 WITA, kejutan besar langsung mewarnai arena pertandingan.
Langkah sang tuan rumah, pasangan Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K. dan Kapolsek Poso Kota AKP Sappewali, S.H., M.M., dipastikan harus terhenti secara dramatis. Duet perwira ini gagal menembus babak 16 meja setelah takluk dalam laga sengit melawan pasangan Amin dan Herman.
Duel Sengit, Kalah Tipis 7-6
Sebelumnya, AKBP Alowisius Londar dan AKP Sappewali tampil sangat piawai memainkan batu domino di babak penyisihan 64 pasang dengan sistem gugur. Ketenangan mereka dalam saling membaca batu dan menerapkan trik jitu sempat membuat lawan kewalahan.
Namun, di babak penentuan menuju 16 meja, pasangan Amin dan Herman memberikan perlawanan yang luar biasa tangguh. Kejar-mengejar poin terjadi dengan sangat ketat hingga memaksa pertandingan mencapai titik kritis. Lewat strategi yang tidak kalah cerdik, Amin dan Herman akhirnya menyudahi perlawanan Kapolres dan Kapolsek dengan skor tipis 7-6.
“Pertandingan yang luar biasa. Kedua tim saling membaca trik dengan sangat jitu, tapi inilah domino, sedikit saja momentum bergeser, hasil akhir bisa berubah,” ujar salah satu panitia di lokasi.
Perebutan Total Hadiah Rp40 Juta Semakin Memanas
Meski sang Kapolres harus gugur, tensi turnamen tidak mengendur sedikit pun. Hingga berita ini diturunkan, sisa pasangan yang lolos masih bertanding sengit di arena untuk memperebutkan tiket ke babak delapan besar dan semifinal.
Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ini menjadi magnet besar bagi para pecinta domino di Poso, mengingat total hadiah yang diperebutkan terbilang fantastis, yakni sebesar Rp40 juta.
Siapakah yang akan terus melaju dan memboyong piala bergengsi serta hadiah utama ke kejuaraan ini? Persaingan di atas meja domino Poso kini semakin sulit diprediksi. SON

Opini Anda