POSOLINE.COM- Satgas Operasi Madago Raya terus melakukan upaya persuasif kepada masyarakat, ini sebagai bentuk tindakan soft approach dalam penanganan kasus terorisme di Kabupaten Parimo.
Pendekatan persuasif ini dibuktikan dengan silaturahmi Kapolres Parimo AKBP. Yudy Arto Wiyono, SIK ke Yayasan Panti Asuhan Dan Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Baliara dan Gereja GPID Bukit Moria Desa Lobu Mandiri di Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Selasa (23/03-22)
Kegiatan yang bertemakan ‘Ayo peduli dan Ayo Berbagi Polres Parimo. Silaturahmi itu ditandai dengan berbagi kasih memberikan santunan berupa sembako dan uang santunan.
Santunan kasih itu dikumpulkan secara iklas dari jajaran Polres Parimo dan di donasikan kepada anak-anak yatim dan kaum duafa di Pesantren Hidayatullah dan Gereja GPID Bukit Moria.
Ustad Ahyin, S.Pdi selaku pengurus di pesantren Hidayatullah merasa sangat bersyukur sudah mendapat perhatian dari Kepolisian.
“Mewakili seluruh santri dan pengurus kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada bapak Kapolres Parimo dan kami berdoa semoga Allah selalu memberikan hidayah dan petunjuk bagi seluruh personel kepolisian khususnya di Polres Parimo,”.ungkap Ustad Ahyin.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Pdt.Toka Timbu Pahung, S.Th, M.th kami sangat bersyukur sudah peduli dan perhatian terhadap semoga Polres Parimo dan jajaran POLRI, agar terus terjalin Silaturahmi dengan baik.
Kami sangat bersyukur sudah peduli dan perhatian terhadap semoga Polres Parimo dan jajaran POLRI, selalu diberikan kesehatan, Kesuksesan serta kemudahan dan Kelancaran Keselamatan dalam bertugas dan senantiasa dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa,” kata Pdt.Toka Timbu Pahung.
Sementara Wakasatgas V Humas Ops Madago Raya Yudho Huntoro mengatakan, kegiatan sambang dalam rangka silaturahmi oleh jajaran Polres Parimo merupakan salah satu giat imbangan operasi Madago Raya, mengunjungi pesantren, Gereja, Mesjid pemukiman warga dan tempat-tempat umum.
Hal ini untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat serta pendekatan antara masyarakat dan aparat, sebagai bentuk kehadiran Negara ditengah-tengah warga.
Kata Yudho, apalagi wilayah kabupaten Parimo masih merupakan wilayah pengejaran dari tiga kelompok DPO teroris Poso yang saat ini masih terus diburu oleh aparat.
Kami juga mengajak serta mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Parimo untuk dapat bekerja sama dengan aparat Kepolisian apabila melihat atau mendapatkan informasi keberadaan yang kini masih dicari, agar segera melaporkan kepada aparat TNI-Polri,” ungkapnya.**

Opini Anda