KOLONODALE β Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menunjukkan komitmennya terhadap sektor ketenagakerjaan dengan menerima langsung perwakilan Aliansi Serikat Pekerja Morowali Utara di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).
Dialog terbuka ini digelar untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kesepahaman antara pemerintah daerah dan para pekerja guna menciptakan iklim kerja yang lebih baik dan berkeadilan.
Komitmen Lindungi Hak Pekerja
Dalam pertemuan yang berlangsung konstruktif tersebut, perwakilan buruh menyampaikan sejumlah poin krusial, mulai dari kondisi kerja, perlindungan tenaga kerja, hingga tuntutan peningkatan kesejahteraan.
Menanggapi hal itu, Bupati Delis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morut tidak akan tinggal diam terhadap nasib para pekerja.
“Kami menerima dan menghargai setiap aspirasi yang disampaikan. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi secara adil. Semua masukan ini akan kami tindak lanjuti dalam forum pembahasan berikutnya bersama pihak terkait,” ujar Bupati Delis.
Sinergi Antar Instansi
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morut, Kartiyanis Lakawa. Pihaknya menyatakan siap menginventarisasi seluruh poin tuntutan untuk dikaji secara mendalam sesuai regulasi yang berlaku.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam aliansi yang hadir antara lain:
- Serikat Pekerja Mandiri PT ANA (SPM PT ANA).
- Serikat Pekerja Korola Mill PT Timur Jaya Indomakmur.
- DPK FPE KSBSI (PT GNI & PT NNI).
- DPC Federasi HUKATAN KSBSI Morowali Utara.
Jaga Harmonisasi Hubungan Industrial
Bupati Delis menekankan bahwa hubungan industrial yang harmonis adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Ia mengajak pihak perusahaan dan pekerja untuk selalu mengedepankan jalur dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri di Morowali Utara berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Dialog seperti ini harus terus dijaga sebagai ruang mencari solusi bersama,” pungkasnya.
Sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan industri tercepat, Pemkab Morut berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif tanpa mengabaikan hak-hak dasar buruh. (Ryo/Try)
KOLONODALE β Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menunjukkan komitmennya terhadap sektor ketenagakerjaan dengan menerima langsung perwakilan Aliansi Serikat Pekerja Morowali Utara di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).
Dialog terbuka ini digelar untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kesepahaman antara pemerintah daerah dan para pekerja guna menciptakan iklim kerja yang lebih baik dan berkeadilan.
Komitmen Lindungi Hak Pekerja
Dalam pertemuan yang berlangsung konstruktif tersebut, perwakilan buruh menyampaikan sejumlah poin krusial, mulai dari kondisi kerja, perlindungan tenaga kerja, hingga tuntutan peningkatan kesejahteraan.
Menanggapi hal itu, Bupati Delis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morut tidak akan tinggal diam terhadap nasib para pekerja.
“Kami menerima dan menghargai setiap aspirasi yang disampaikan. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi secara adil. Semua masukan ini akan kami tindak lanjuti dalam forum pembahasan berikutnya bersama pihak terkait,” ujar Bupati Delis.
Sinergi Antar Instansi
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morut, Kartiyanis Lakawa. Pihaknya menyatakan siap menginventarisasi seluruh poin tuntutan untuk dikaji secara mendalam sesuai regulasi yang berlaku.
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam aliansi yang hadir antara lain:
- Serikat Pekerja Mandiri PT ANA (SPM PT ANA).
- Serikat Pekerja Korola Mill PT Timur Jaya Indomakmur.
- DPK FPE KSBSI (PT GNI & PT NNI).
- DPC Federasi HUKATAN KSBSI Morowali Utara.
Jaga Harmonisasi Hubungan Industrial
Bupati Delis menekankan bahwa hubungan industrial yang harmonis adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Ia mengajak pihak perusahaan dan pekerja untuk selalu mengedepankan jalur dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri di Morowali Utara berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Dialog seperti ini harus terus dijaga sebagai ruang mencari solusi bersama,” pungkasnya.
Sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan industri tercepat, Pemkab Morut berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif tanpa mengabaikan hak-hak dasar buruh. (Ryo/Try).

Opini Anda