MOROWALI UTARA – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali mengular di SPBU Korolama, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut). Selain kemacetan yang meluber ke jalan raya, warga mengeluhkan adanya dugaan praktik penyalahgunaan BBM oleh oknum mengendarai minibus yang memuat puluhan jeriken.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, aktivitas pengetapan Pertalite tersebut memicu kekecewaan konsumen lain yang sudah mengantre berjam-jam. Selain dinilai memangkas hak masyarakat umum, pengisian BBM ke dalam jeriken di dalam kabin mobil juga berisiko tinggi terhadap keselamatan operasional SPBU.
Salah seorang pengendara, Arif (42), menuturkan kekecewaannya saat mengantre BBM untuk perjalanan luar kota.
“Kami sudah cukup lama mengantre. Sebenarnya kami tidak melarang orang mencari rezeki, tetapi seharusnya pihak SPBU mengatur pelayanan secara adil dan mendahulukan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk perjalanan,” tegas Arif.
Keluhan serupa marak disuarakan warga, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial. Praktik penimbunan atau pengetapan Pertalite di lokasi ini diduga sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penertiban yang tegas.
Kapolres Morut Angkat Bicara
Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, Kapolres Morowali Utara, AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K., menegaskan bahwa pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pengetapan BBM subsididial ini.
Masyarakat berharap pengelola SPBU Korolama dan instansi terkait memperketat pengawasan penyaluran Pertalite agar pelayanan kembali aman, tertib, dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pengelola SPBU Korolama guna memberikan informasi yang berimbang.**

Opini Anda