MOROWALI UTARA – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Morowali Utara Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara pada Selasa (22/9/2026).
Rakor tersebut digelar untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan strategi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Morowali Utara agar tetap inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Evaluasi Laju Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dalam arahannya, Bupati Delis menjelaskan bahwa rakor ini dilaksanakan menindaklanjuti arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memantau kondisi ekonomi daerah secara berkala.
“Melalui deteksi dini terhadap kondisi perekonomian, pemerintah daerah dapat bergerak cepat mengambil langkah penyelesaian serta merumuskan solusi tepat guna mengatasi masalah inflasi,” ujar Bupati Delis.
Ia juga menyoroti perubahan tren ekonomi daerah. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Morowali Utara berhasil mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tingkat nasional, tahun ini grafik pertumbuhan tercatat mengalami penurunan.
Penyebab Penurunan Ekonomi Morowali Utara
Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah daerah, terdapat beberapa faktor utama yang memicu melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut, di antaranya:
- Penurunan Transfer Keuangan Daerah: Berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.
- Keterbatasan Infrastruktur: Belum optimalnya konektivitas pendukung arus barang dan jasa.
- Pengurangan Produksi dan Efisiensi Tenaga Kerja: Terjadinya penyesuaian operasional pada sejumlah perusahaan industri pendukung.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Bupati mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi interdisipliner demi memulihkan iklim investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah Strategis BPS dan Kemendagri
Sementara itu, Kepala BPS Morowali/Morowali Utara, Gladius Alfonsus, S.ST., menyampaikan bahwa Kemendagri telah menginisiasi pembentukan Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Sistem ini mengadopsi mekanisme pengendalian inflasi agar penurunan kinerja ekonomi dapat terdeteksi lebih awal.
Langkah ini dilakukan untuk mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2026 dan 8 persen pada 2029, khususnya bagi daerah yang kinerjanya masih di bawah target.
“Morowali Utara menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena pertumbuhan ekonominya ditopang oleh sektor pertambangan dan industri yang sangat sensitif terhadap dinamika global,” terang Gladius.
Daftar Hadir Pejabat Daerah
Turut hadir dalam pembukaan Rakor Pertumbuhan Ekonomi Morowali Utara 2026 tersebut:
- Kapolres Morowali Utara: AKBP Junaidy Anthonius Weken, S.I.K.
- Dandim 1311/Morowali: Letkol Inf Baja Sirait, M.A., Mos.
- Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kajari) Morowali Utara.
- Kepala Bapelitbangda Morut: Gerzom Tandi, S.T., M.Eng.
- Asisten II dan Asisten III Setda Kabupaten Morowali Utara.
- Perwakilan BUMN dan jajaran OPD terkait.

Opini Anda