MOROWALI UTARA – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Terbaru, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyerahkan bantuan peralatan dan dukungan usaha kepada kelompok penerima manfaat di Kecamatan Petasia Barat, Rabu (4/3/2026).
Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Desa Onepute dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk Ketua TP-PKK Morut yang juga Anggota DPD RI Dapil Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang, serta perangkat kecamatan dan desa setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa BKK Desa bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah untuk mengintervensi ekonomi langsung di tingkat akar rumput.
“Kami hanya meminta satu hal: kelola bantuan ini dengan baik. Jika usaha Bapak-Ibu berkembang, itu adalah kebanggaan bagi kami. Kesuksesan Anda adalah bukti program ini tepat sasaran,” ujar Bupati Delis.
Ia memaparkan bahwa intervensi melalui BKK Desa berdampak nyata pada indikator makro daerah. Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan di Morowali Utara menunjukkan tren penurunan signifikan. Bahkan, untuk indikator Gini Ratio, Morowali Utara tercatat sebagai kabupaten dengan tingkat kesenjangan terendah di Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai angka fantastis, yakni sekitar 26 persen. Angka ini menempatkan Morowali Utara sebagai salah satu yang tertinggi di Sulawesi dan masuk dalam dua besar nasional untuk kategori kabupaten.
“Ekonomi tidak boleh hanya tumbuh di kawasan industri, tapi harus bergerak di desa melalui usaha produktif masyarakat. Saat ini, lebih dari 1.600 kelompok telah menerima permodalan BKK. Anda semua adalah bagian penting dari capaian ini,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Senator Febriyanthi Hongkiriwang menekankan bahwa BKK Desa merupakan inovasi daerah yang kini memasuki tahun keempat. Menurutnya, program ini unik karena lahir langsung dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Apa yang dibutuhkan masyarakat desa, itulah yang diusulkan dan direalisasikan. BKK adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah pada ekonomi rakyat,” tutur Febriyanthi.
Menutup rangkaian acara, Bupati Delis berpesan agar para penerima manfaat menggunakan bantuan tersebut secara disiplin dan produktif, mengingat bantuan ini diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan.
“Wujud syukur terbaik adalah mengelola usaha dengan bijak dan berkelanjutan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” pungkasnya.
Dengan penguatan ekonomi berbasis desa ini, Pemkab Morut optimistis dapat mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan, menjadikan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. (Ryo/San)

Opini Anda