MOROWALI – Maskapai Sriwijaya Air secara agresif memperluas jangkauan operasionalnya di Provinsi Sulawesi Tengah pada awal tahun 2026 ini. Langkah strategis ini mengukuhkan posisi maskapai tersebut sebagai pemain utama yang kini mendominasi rute-rute penting di wilayah “Mutiara Khatulistiwa.”
Ekspansi ini diawali dengan pembukaan kembali rute Makassar–Poso, yang menjadi pionir kebangkitan layanan Sriwijaya Air di Sulawesi Tengah. Kehadiran maskapai ini di Poso disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini merindukan pilihan penerbangan yang lebih kompetitif dan jadwal yang lebih stabil.
Setelah sukses memperkuat rute Poso, Sriwijaya Air langsung tancap gas dengan meresmikan rute menuju Morowali dan Luwuk. Masuknya maskapai ini membawa angin segar bagi iklim transportasi udara di Sulawesi Tengah, yang sebelumnya sempat didominasi oleh satu grup maskapai saja.
Dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah koreksi harga tiket yang cukup signifikan. Di rute Morowali misalnya, tarif yang sebelumnya sempat menembus angka di atas Rp2 juta, kini dapat ditekan hingga kisaran Rp900 ribuan berkat adanya persaingan sehat yang dibawa oleh Sriwijaya Air.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan bahwa konektivitas udara yang lancar adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama untuk mendukung mobilitas tenaga kerja di kawasan industri nikel. Hal senada juga dirasakan di Luwuk dan Poso, di mana sektor pariwisata dan perdagangan sangat bergantung pada aksesibilitas dari hub utama seperti Makassar dan Palu.
”Kehadiran Sriwijaya Air di Poso dan Morowali bukan sekadar menambah pilihan terbang, tapi juga memberikan kepastian bagi para investor dan wisatawan bahwa akses menuju Sulawesi Tengah kini semakin mudah dan terjangkau,” ujar salah satu pejabat daerah saat menyambut penerbangan perdana di Bandara Maleo.
Dengan jaringan yang kini mencakup Palu, Poso, Luwuk, dan Morowali, Sriwijaya Air berkomitmen untuk terus menjaga standar keamanan dan kenyamanan penumpang. Maskapai ini diprediksi akan terus menambah frekuensi penerbangan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar di wilayah-wilayah strategis tersebut.
Keberhasilan Sriwijaya Air “mengepung” Sulawesi Tengah ini menjadi bukti bahwa pasar penerbangan domestik di wilayah timur Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar jika dikelola dengan strategi harga yang tepat. SON

Opini Anda