Polhukam

Polri Bersama Kemenag Kabupaten Poso Sosialisasi Menolak Radikalisme

Ket : Suasana Pembacaan Deklarasi Tolak Radikalisme Oleh Puluhan Warga Tamanjeka, di Halaman Masjid Tamanjeka Rabu, 23/06-21.

POSOLINE.COM- Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kerjasama dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) serta tokoh Agama Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sosialisasi terkait penolakan radikalisme.

Sosialisasi bertemakan Deradikalisasi dan Kontra Deradikalisasi ditengah masyarakat tersebut melibatkan warga setempat, mulai dari anak-anak hingga orang tua serta tokoh pemuda digelar di kampung Tamanjeka, Dusun Ratalemba, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Rabu 23/06-21.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso dalam sambutannya dihadapan peserta sosialisasi secara tegas mengajak warga kampung Tamanjeka untuk menjaga tali persaudaraan antar sesama demi untuk kemaslahatan bangsa.

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut agar warga jangan mudah terprovokasi dan tidak mudah terpengaruh dengan ajakan-ajakan paham radikalisme yang selama ini banyak terjadi, khususnya di wilayah Kabupaten Poso.

“Kita berterima kasih kepada tim Densus 88 Mabes Polri yang telah menfasilitasi kita hari ini untuk bersilaturahmi, kita berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi agar anak-anak kita tidak terdoktrin dengan aliran-aliran radikalisme,” ungkap Arifin Tuamaka, dalam acara sosialisasi bersama warga.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kantor Agama Kabupaten Poso, Makmur Muhammad Arief dalam kesempatan tersebut ikut mengajak seluruh warga kampung Tamanjeka, khususnya orang tua untuk memantau serta mendampingi anak-anaknya dalam mendapatkan pelajaran disekolah.

Menurutnya, untuk memperbaiki ahlak dan aqidah, sudah seharusnya ditanamkan kepada anak dari kecil, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran sesat atau paham radikal.

“Mari kita awasi dan jaga anak-anak kita semua, kita bimbing dia untuk belajar lebih giat, kita jangan biarkan mereka belajar sendiri agar apa yang mereka pelajari betul-betul sesuai dengan harapan kita sebagai generasi penerus bangsa yang handal,” tambah Makmur Muhammad .

Berita Lainnya   KPU Poso Bagi 5 Wilayah Pelantikan 510 Anggota PPS

Sementara itu pihak Mabes Polri yang diwakili oleh Komisaris Polisi (Kompol) Maslikan juga ikut menambahkan, jika kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan sosialisasi sebelumnya yang telah dilaksanakan dibeberapa tempat dan diakuinya cukup direspon positif oleh pemerintah daerah, Tokoh agama serta warga Poso secara umum, termasuk warga Tamanjeka.

Dijelaskan, fenomena terorisme harus dihentikan,dan tentunya harus dimulai dari bawah yaitu dari akarnya yaitu dari anak-anak,diharapkan penuntasan paham radikal di Poso harus melibatkan semua elemen, kita tidak mau kampung Tamanjeka,atau biasa dikenal gunung Biru menjadi tempat yang aman bagi para DPO yang kini hanya tersisa 9 orang.

‘’Mari kita jaga Poso,kalau mau bangkit,kita harus sama-sama tangkal radikalisme,untuk menyelesaikan aksi terorisme di Poso,kita semua harus bersatu, warga Poso khususnya yang ada di Kampung Tamanjeka harus ikut mendukung program Polri dan tidak memberikan ruang kepada orang atau kelompok tertentu,’’ harap Kompol Maslikan.

Kegiatan Sosialisasi tersebut yang berlangsung selama dua jam diakhiri dengan pembacaan deklarasi menolak dan melawan radikalisme dan terorisme oleh puluhan warga dusun Tamanjeka yang dibacakan langsung dihalaman masjid Tamanjeka.

Pembacaan deklarasi tersebut dengan harapan Kabupaten Poso yang aman menuju masa depan yang lebih baik,aman dari aksi terorisme, khususnya di Kampung Tamanjeka.

Selain tim Mabes Polri, perwakilan Polda Sulteng,turut serta hadir dalam kegiatan tersebut,pihak Binmas Polres Poso,para Kapolsek serta anggota Bhabinkamtibmas se- kecamatan Poso Pesisir. Mansyur

Opini Anda

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close