Sosial Budaya

Bupati Verna lepas Kirab Obor Paskah Nasional 2021, dari Poso menuju Batam

POSOLINE.COM- Setelah Kabupaten Poso sebagai tuan rumah Kirab Obor Paskah 2019 lalu, tiba saatnya dilepaskan melalui kirab dari Kabupaten Poso menuju Batam Provinsi Kepulauan Riau sebagai tempat tujuan perayaan Paskah Nasional 2021.

Lokasi Anjungan Danau Poso Kota Religi Tentena dipilih sebagai tempat pelaksanaan pelepasan obor paskah Nasional tahun 2021 pada Senin, 05/4/2021.

Suguhan hamparan permukaan Danau Poso yang membiru dan hembusan semilir anginnya dipastikan dapat menambah kesan damai dalam balutan keindahan alam Kabupaten Poso yang sarat akan makna dan sekaligus memperkenalkan salah satu ikon wisata Kabupaten Poso tersebut.

Obor dipersiapkan dari Gereja Sion Poso dikoordinir oleh Majelis Klasis Poso Kota dan Majelis Jemaat Sion Poso dengan melakukan ibadah singkat sebelum dibawa menuju lokasi pelepasan (Anjungan Danau Poso).

Acara dikemas sedemikian rupa dengan pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan dalam acara juga menyuguhkan penampilan tarian penyambutan (Petomu) dan musik tradisional poso (Geso-Geso & Karambangan) serta tarian profetik sebagai bentuk rasa syukur dan sukacita dalam mengisi rangkaian acara pelepasan kirab Obor Paskah Nasional 2021.

“Suatu kebanggaan bagi kami bisa melepas Obor Paskah Nasional setelah bersemayam dibumi Sintuwu Maroso sejak bulan Mei 2019, dan saat ini kami akan melepaskan Obor Paskah untuk terus dinyalakan hingga keujung negeri dengan doa dan harapan obor paskah ini tetap menjadi simbol terang umat ALLAH yang terus membawa damai dan menjadi berkat bagi sesama manusia”. Ujar Bupati Poso

Sebagaimana api pada obor paskah, Alkitab mencatat bahwa ALLAH menyatakan dirinya pertama kali kepada Nabi Musa dalam bentuk nyala api, Ia juga menyertai perjalanan bangsa Israel ketika keluar dari mesir dengan tiang api, demikian halnya ketika Roh kudus dicurahkan memenuhi jemaat mula-mula digambarkan seperti lidah – lidah api. oleh karena itu di saat ini, api yang menyala pada obor paskah dapat menjadi simbol penyertaan Tuhan bagi masyarakat Kabupaten Poso. api yang ada pada obor paskah ini, dapat dimaknai sebagai terang yang mengusir kegelapan, memberi kehangatan dan kenyamanan bagi masyarakat. lebih dari pada itu, obor paskah ini diharapkan terus menjadi simbol persatuan dan perdamaian di tengah-tengah pluralisme bangsa kita khususnya Kabupaten Poso.

Berita Lainnya   Peduli, GKST Jemaat Beithel Sayo Poso Ulurkan Bantuan Korban Banjir di Sigi

“Dengan adanya Lembaga Paskah Nasional, kita sangat bersyukur karena Umat kristiani di poso dan juga daerah lainya di Indonesia dapat terwadahi untuk mengapresiasikan keyakinan imannya dalam kegiatan yang dapat mempererat persekutuan kita sesama tubuh Kristus, sekaligus juga menjaga dan merawat keberagaman kita sebagai bangsa yang majemuk agar semakin kuat dan kokoh dalam membangun daerah dan negara yang kita cintai bersama”. Ucap Bupati Poso mengapresiasi keberadaan Lembaga Paskah Nasional.

PGI menetapkan “BERPALING KEPADA SANG HIDUP” sebagai tema besar paskah tahun ini. tema yang dibandingkan dari kitab YOHANES 20:14-16, dan mengacu pada tema tersebut Bupati Poso mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Poso memaknai itu sebagai kesempatan mengintrospeksi diri, tidak dilemahkan oleh situasi pandemi, tidak terpaku pada tantangan dan persoalan hidup namum ia mengajak untuk berpalinglah kepada sang hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit dan menang mengalahkan maut dan berkuasa mengatasi segala persoalan hidup dan masa-masa sulit yang dialami dimasa pandemi saat ini.

“Dengan semangat paskah tahun ini, mari kita memacu diri untuk berfikir lebih Progresif, dan bertindak dengan kreatif dan inovatif, niscaya apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia, marilah kita perkuat bangsa ini terlebih khusus Kabupaten Poso yang kita cintai, kita jaga tana poso, tanah leluhur kita dengan mempererat tali persatuan. saya yakin kita mampu memperkenalkan pada dunia bahwa tana poso adalah tanah yang indah, penuh pesona, dengan kekayaan alam dan orang- yang ramah dan penuh kasih”. Ujar Bupati Poso dipenghujung sambutannya

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt. Dr. A. Shephard Supit dalam sambutannya menyatakan bahwa obor Nasional ini merupakan perlambangan peace in harmoni, atau perdamaian dalam kerukunan.

Berita Lainnya   Tara Bocah Asal Desa Kilo Masih Butuh Dompet Peduli

Kirab Obor Paskah Nasional sudah melewati 2/3 Indonesia dengan tema tahunan “Karya Terbesar” artinya dengan kematian dan kebangkitan Kristus perlu dideklarasikan secara inklusif bahwa Tuhan mengasihi semua orang bukan hanya kelompok atau suku tertentu. Beliau juga mengapresiasi kota tentena yang disebutkan dengan kota religi, kota wisata dan kota pendidikan beliau menambahkan bahwa kedepannya kota tentena bisa juga dijuluki kota kerukunan umat. Harapan dari Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional bahwa Kabupaten Poso dapat menjadi barometer kerukunan antar umat manusia.

Sub Tema kali ini adalah “Selamatkan Indonesia” mengingat sejak 2 Maret 2020 Presiden Indonesia menyatakan bahwa Indonesia darurat bencana alam dan non alam atau mewabahnya Covid-19 hingga saat ini, maka dari itu dengan sub tema tersebut merupakan tema doa untuk keselamatan Indonesia karena kami percaya ketika kita bersatu Tuhan pasti turut campur tangan sehingga harapan kita keadaan akan kembali seperti sediakala.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa tagline obor paskah kali ini dari Danau Poso ke Danau Sunter kemudian menuju Batam (Poso-Jakarta-Batam) Pusat Perayaan Paskah Nasional yang akan diselenggarakan tanggal 23 April 2021 mendatang. Mengakhiri Sambutannya Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional menyerahkan cinderamata sebagai ungkapan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan pelepasan obor Paskah di Kabupaten Poso.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt. Dr. A. Shephard Supit, Ketua Panitia Paskah Nasional XVII Pdt. Jopie Sembung, S.Th, Koodinator Kirab Obor Paskah Nasional, Steering Committee Paskah Nasional, Bendahara Panitia Paskah Nasional XVII, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Kabupaten Poso, Anggota DPRD Kabupaten Poso, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso,Ketua Umum Sinode GKST, Ketua Majelis Wilayah GPdI, Ketua Dewan Pastoral Paroki Kab. Poso, Ketua TP-PKK Kab.Poso, Kepala instansi Vertikal BUMN, BUMD, Pimpinan OPD, Camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Berita Lainnya   Mangore, Tradisi Tana Poso yang Hampir Hilang

(Humas & Protokoler Pemkab Poso )

Opini Anda

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close