POSOLINE.COM- SD/SMP Negeri Satu Atap ( Satap) di Desa Lena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulteng dinilai tidak transparan dalam mengelolah dan penggunaan anggaran.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang guru (minta namanya tidak disebutkan) menurutnya, ada beberapa item pembelanjaan tidak diketahui.
Dirinya juga menyebutkan, ada beberapa item pembelian barang, tidak mengetahui dan pengadaan barang lainnya. “Beberapa yang saya tau selebihnya saya tidak tau penggunaan anggarannya,” ungkapnya, saat ditemui belum lama ini.
Namun yang menjadi soal dalam pertanggung-jawaban dana BOS tidak jelas kemana anggarannya. Soalnya mereka tidak terbuka,” sebutnya.
Contohnya pengadaan buku tahun anggaran 2020 belum ada, belum lagi sampul untuk buku Rapor murid juga belum ada.
“Hanya yang saya liat ATK yang ada, soal anggaran saya tidak tau itu yg bikin bingung,” rincinya.
Katanya, sementara dana Afirmasi dari bantuan pusat khusus bantuan di masa pandemi, ada beberapa item pembelian yang disampaikan.
“Mulai dari pembelian laptop, pemasangan tower Wifi, Televisi satu set dengan parabola, Lemari 2 unit. Karena pada saat rapat sudah disampaikan oleh bendahara sekolah SD,” jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SD/SMP Satap Desa Lena Rosalinda Tayaya saat ditemui mengatakan, bahwa semua aliran dana untuk keperluan sekolah sudah terlebih dahulu dirapatkan, semua semua berjalan semestinya.
“Itu tidak benar, karena semuanya apa yg dilaksanakan disekolah itu sudah dirapatkan dengan melibatkan semua stakeholder yang berkepentingan,” jelas Kepsek.
Menurutnya, sebagai penanggung-jawab termasuk aliran dana sekolah, sepenuhnya diberikan kepada guru lainnya. Karena sudah diberi tugas masing-masing untuk dipertanggung-jawabkan.
“Karena saya sudah bagi tugas masing- masing. Soal uang atau apa, tanyakan ke bendahara karna saya sudah percayakan ke bendaharanya, karena tugasnya bendahara menyampaikan kepada yang lain,” tegas. Wan

Opini Anda