POSO – Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Poso sejak Juli hingga September 2026 memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Pemerintah Kabupaten Poso mencatat hingga 14 September 2026, persebaran lokasi Karhutla di Poso telah meluas ke puluhan titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Guna menanggulangi bencana ini, Pemkab Poso melalui BPBD, Damkar, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat dan pihak swasta bergerak bersama melakukan penanganan intensif di lapangan.
Daftar Lokasi Karhutla di Poso dan Titik Rawan Kebakaran
Berdasarkan data resmi Pemkab Poso per 14 September 2026, berikut adalah sebaran lokasi Karhutla di Poso yang mendapat perhatian dan penanganan khusus:
1. Pamona Selatan dan Pamona Barat
- Desa Pasir Putih (Pamona Selatan): Kebakaran lahan gambut meluas sejak Sabtu (12/9/2026), mendekati permukiman warga dan rumah makan di jalur Trans Sulawesi hingga sempat memicu kemacetan panjang.
- Pendolo – Boe: Kebakaran lahan seluas setengah hektare tercatat sejak 27 Agustus.
- Desa Meko (Pamona Barat): Kebakaran lahan kosong seluas 15 hektare terjadi pada 29 Agustus dan berhasil ditangani masyarakat bersama unsur Tripika.
2. Kawasan Poso Pesisir dan Poso Pesisir Selatan
Poso Pesisir menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik api terbanyak, meliputi:
- Desa Toini
- Kelurahan Mapane
- Desa Lanto Jaya
- Kelurahan Kasiguncu
- Desa Lape
- Desa Towu
- Desa Betania
Di Poso Pesisir Selatan, pemerintah kecamatan bersama Babinsa dan warga aktif memadamkan api setiap kali muncul titik kebakaran baru.
3. Kawasan Lore (Lore Utara, Tengah, Selatan, dan Barat)
Penanganan di kawasan Lore dipusatkan melalui posko kebakaran di Desa Sedoa dan Desa Wuasa (Posko Induk), hasil koordinasi dengan Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL).
- Desa Sedoa: Kebakaran di pinggir kawasan TNLL pada 4 September berhasil dikendalikan puluhan warga menggunakan alat semprot pertanian.
- Lore Selatan: Terdiri dari Desa Bakaekau (±6 hektare), batas Desa Bulili-Bewa (±3 hektare), serta hutan pinus ruas Tonusu-Bomba dekat Gintu (±10 hektare).
4. Pamona Tenggara dan Pamona Timur
- Pamona Tenggara: Kebakaran rawa Tabasenga Desa Korobono seluas ±2 hektare.
- Pamona Timur: Kebakaran melanda Desa Matialemba, Desa Petiro, hingga merembet ke perkebunan sawit PT SJA 2. Salah satu titik terbesar pada 10 September diperkirakan mencapai 10 hektare.
5. Poso Kota Utara dan Wilayah Lainnya
- Kebakaran lahan di belakang permukiman warga Kelurahan Lawanga (Poso Kota Utara).
- Titik api lain dilaporkan di Desa Bakti Agung, Tampemadoro, Peura, Pandiri, dan Rato’ombu.
- Wilayah Aman: Kecamatan Poso Kota dan Poso Kota Selatan sejauh ini dilaporkan aman dan terkendali.
Langkah Pemkab Poso dan Bantuan Luar Daerah
Menanggapi banyaknya lokasi Karhutla di Poso, Pemkab Poso telah menyalurkan bantuan 100 unit hand sprayer elektrik ke kecamatan terdampak untuk pemadaman awal. Selain itu, langkah pencegahan seperti penyebaran surat imbauan, sosialisasi Maklumat Kapolda Sulteng, hingga pengumuman melalui pengeras suara rumah ibadah terus dilakukan.
Keterbatasan armada dan personel akibat banyaknya titik api yang muncul bersamaan membuat Pemkab Poso menerima dukungan dari luar daerah. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turut menerjunkan armada Pemadam Kebakaran dan ambulans untuk membantu proses pemadaman serta pendinginan di area rawan seperti lahan gambut Pendolo.
Pemkab Poso bersama seluruh unsur gabungan terus memperkuat sinergi guna memastikan api tidak meluas ke permukiman dan meminimalkan dampak lingkungan akibat kemarau panjang ini. SON

Opini Anda