PALU – Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi, menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan program pendidikan gratis dan beasiswa mahasiswa. Kebijakan ini dipastikan tetap berjalan meski pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran besar-besaran mencapai Rp650 miliar.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Delis saat menghadiri pelantikan pengurus Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali Utara (PPMMU) periode 2026–2027 di Swiss-Belhotel Palu, Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan itu, Delis tampak didampingi sang istri, Febriyanthi Hongkiriwang, yang juga merupakan anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Delis menekankan bahwa sektor pendidikan adalah prioritas yang tidak boleh dikorbankan demi alasan pemangkasan anggaran.
“Saya bilang pendidikan gratis tidak boleh dicoret, beasiswa tidak boleh dicoret. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah,” tegas Delis disambut tepuk tangan riuh para mahasiswa.
Selain beasiswa, Pemkab Morut juga menyiapkan berbagai program pelatihan dan kursus gratis. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang tinggi di kawasan industri Morowali Utara.
Program pelatihan tersebut meliputi:
- Pelatihan operator alat berat
- Pelatihan welder (pengelasan) dan elektrikal
- Kursus bahasa Mandarin
”Kami siapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Tujuannya jelas, supaya anak-anak Morowali Utara tidak hanya jadi penonton dan tidak menganggur,” ujarnya.
Di hadapan para mahasiswa, Delis memaparkan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah menyelaraskan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang kini menjadi isu nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka pengangguran lulusan perguruan tinggi tercatat menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Menurut Delis, hal ini dipicu oleh ketidaksesuaian (mismatch) antara jurusan kuliah dengan kebutuhan industri, serta minimnya soft skill.
”Wawancara kerja hari ini lebih melihat kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan problem solving dibanding sekadar nilai akademik,” kata Delis.
Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa Morut aktif membangun kapasitas diri sejak dini, baik melalui peningkatan keterampilan maupun pengalaman berorganisasi.
Tak hanya fokus pada dunia kerja formal, Delis juga mengajak generasi muda Morut untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
”Jangan semua bercita-cita menjadi pegawai. Hari ini menjadi pegawai bukan lagi jaminan hidup sejahtera. Anak muda harus mulai berani menjadi pencipta lapangan kerja,” tuturnya.
Ia mencontohkan potensi besar sektor perkebunan durian di Morowali Utara yang punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara serius dan modern oleh generasi muda. “Satu pohon durian bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per tahun. Ini peluang bisnis yang sangat menjanjikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PPMMU periode 2026–2027 yang baru dilantik, Prayogi Potaka, mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan membangun organisasi yang adaptif.
Menurut Prayogi, organisasi mahasiswa harus menjadi rumah bersama yang digerakkan secara kolektif, bukan bertumpu pada segelintir orang saja.
”Kekuatan terbesar paguyuban ini terletak pada rasa memiliki dan rasa kekeluargaan dari setiap individunya,” kata Prayogi.
Ia juga bertekad membawa PPMMU menghadirkan program-program kerja yang memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa perantauan maupun masyarakat Morowali Utara secara luas. MCDD

Opini Anda