POSO – Keberadaan Jembatan Pamona menjadi simbol penting dalam menjamin aliran air danau menuju sungai. Menyadari hal tersebut, PT Poso Energy mempertegas komitmennya dalam menjaga keseimbangan lingkungan guna memastikan kualitas dan kuantitas air tetap terjaga.
Langkah ini dilakukan dengan merangkul masyarakat di wilayah Daerah Tangkapan Air (DTA) dan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk bersama-sama melestarikan fungsi sumber air. Selain menjaga ekosistem, upaya ini menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Sebagai pembangkit yang ramah lingkungan dan bebas limbah, PLTA Poso saat ini mengoperasikan tiga unit dengan total kapasitas besar: PLTA Poso I (120 MW), PLTA Poso IIA (195 MW), dan PLTA Poso IIB (200 MW). Seluruh energi hijau ini telah terinterkoneksi untuk menyuplai kebutuhan listrik di Provinsi Sulawesi Selatan hingga Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Poso Energy tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga memastikan hasil investasi berdampak nyata bagi pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat dalam jangka panjang. SON

Opini Anda