MOROWALI — Pemerintah Desa (Pemdes) Torete secara resmi menepis isu adanya konflik horizontal dengan warga Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali. Penegasan ini disampaikan oleh Plt. Kepala Desa Torete, Amrin S., dalam pertemuan bersama tokoh masyarakat dan Pemdes Buleleng di Kantor Desa Buleleng, Senin (12/1/2026).
Amrin menjelaskan bahwa hubungan sosial dan silaturahmi antarwarga kedua desa tetap harmonis meskipun sempat muncul pernyataan kontroversial dari oknum berinisial AD yang menyinggung masyarakat Buleleng.
“Sejak pernyataan AD mencuat, hubungan silaturahmi Torete dan Buleleng tetap baik. Tidak ada gesekan. Warga Torete masih beraktivitas normal dan bolak-balik ke Buleleng seperti biasa,” ujar Amrin menggambarkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menyayangkan beredarnya kabar burung yang menyebut telah terjadi pertikaian. Amrin mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, ikatan persaudaraan warga di kedua desa tersebut sudah sangat erat dan tidak mudah goyah.
Senada dengan Plt Kades, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Torete, Darmin Iju, juga membantah rumor yang menyebut warga kedua desa sudah tidak saling berkunjung.
“Informasi itu tidak sesuai fakta di lapangan. Aktivitas masyarakat berjalan normal,” tegas Darmin.
Terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis yang dilakukan oleh AD, Darmin mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan telah diamankan oleh Polres Morowali untuk menjalani proses hukum. Ia menambahkan bahwa pasca-penangkapan tersebut, tensi di tengah masyarakat telah mereda dan situasi kembali kondusif.
“Kami mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran agar kita semua saling menghargai dan menjaga persaudaraan tanpa ada lagi tindakan diskriminasi,” pungkas Darmin. (*)

Opini Anda