𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Yamaha F1ZR semakin populer dikarenakan peforma mesin yang sangat mumpuni. Terbukti beberapa pembalap nasional menjadikan motor ini sebagai kuda pacunya seperti Ahmad Jayadi, Hedriansyah, hingga Harlan Fadillah. Carlos Domelos, Para pembalap ini unggul di event road race tanah air berkat motor ini.
Dilansir oleh alfa scorpii.com, pamor motor ini cukup menanjak sehingga PT YIMM menghadirkan edisi khusus dari Yamaha F1ZR seperti Yamaha F1ZR Caltex Edition pada tahun 2001.
Terinspriasi dari tunggangan motor balap mililk Ahmad Jayadi dan Roy Adrianto yang saat itu bernaung di tim balap Yamaha Caltex. Masih ada juga edisi special dari Yamaha F1ZR yang cukup diminati dan dicari hingga saat ini yaitu Marlboro Edition. Desain merah putih ini menjadi salah satu edisi langka dari Yamaha F1ZR.
Yamaha F1ZR merupakan underbone berkopling, sempat menjadi idola anak muda pada eranya. Jelas saja, selain bentuknya yang ramping nan modern, performa mesinya juga terbilang “pedas” saat meraih kecepatan di aspal.
F1ZR pertama kali mengaspal pada tahun 1997 dilansir dari naikmotor.com, meneruskan generasi sebelumnya Yamaha Force One dan Yamaha F1-Z. perbedaan yang mencolok dari keluaran sebelumnya adalah sudah menggunakan tuas kopling. Meskipun sistemnya masih semi kopling, yaitu meski posisi kopling dilepas saat gigi sudah masuk mesin motor tidak mati. Banyak yang menyebutnya “kopling banci.”
Seiring berjalannya waktu, memasuki tahun 2000, Yamaha Indonesia menyempurnakan underbone 2 tak popular ini dengan menghilangkan semi kopling degan sistim kopling full clutch. Tak hanya itu, pada bagian kaki-kaki juga mengalami ubahan, yaitu dengan menambahkan pilihan dengan pelek racing selain velk jari-jari.
Double Starter
Sudah mengusung double starter Tahun 2004 Yamaha Indonesia menghentikan produksi F1ZR karena market sudah mulai beralih ke motor dengan mesin 4-tak. Namun, sebelum menghentikan produksinya, sempat dirilis F1ZR special edition, yaitu F1ZR Caltex dan Marlboro.
F1ZR mengusung mesin 110 cc 2-stroke, silinder tunggal dengan dilengkapi teknologi Yamaha Power Cooling System (YPCS) pada sisi kiri mesin. Tenaga yang mampu keluar diklaim di angka 11,8 dk di 7.500 rpm serta torsi 10,7 Nm di 6.500 rpm.
F1ZR sudah menggunakan teknologi Yamaha Power Cooling System (YPCS). Bobot underbone ini 95 kg, dengan dimensi (LxWxH) 1.870 x 670 x 1.040 mm. untuk wheelbase 1.190 mm, ground clearance 135 mm serta tinggi tempat duduk 750 mm. Untuk harga bekasnya, F1ZR dikisaran harga Rp 8 juta hingga Rp 15 jutaan untuk edisi Caltex dan Marlboro. PL.

Opini Anda