Sosial Budaya

KTT Sulteng Bentuk Forum Sebagai Wadah Pertukaran Informasi Pertambangan Menuju Zero Accident.

­ŁÉĆ­ŁÉÄ­ŁÉĺ­ŁÉÄ- Kepala Tekhnik Tambang (KTT) se-Sulawesi Tengah (Sulteng) dari berbagai Izin Usaha Pertambangan (IUP) bersatu menbentuk wadah persatuan yaitu Forum Kepala Tekhnik Tambang (F-KTT) yang dilaksanakan di Torau Resort Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (19/5/23).

Pembentukan F-KTT ini hadiri oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Poso Frits Sampurnama, Koordinator Inspektur Tambang Sulawesi Tengah Moh Saleh, 55 KTT se- Sulteng, para delegasi perusahaan, perwakilan sponsor yang terdiri dari Sucofindo, PT FMJ, Carsurin, Mahkota dan PT Elnara Cristo Mining.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Jefriyadi mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan,kerjasama dan antusias atas pembentukan forum F-KTT ini.

Sebagai wilayah dengan kawasan pertambangan yang banyak, Sulawesi Tengah termasuk salah satu daerah yang memiliki angka kecelakaan kerja yang tinggi di bidang pertambangan.

“Karena itu, menerapkan kaidah pertambangan yang baik menuju zero Accident atau nihil kecelakaan menjadi tema pembentukan F-KTT Sulteng,”ujar Jefriyadi KTT PT Angfang Brother dalam sambutannya.

Hal senada yang disampaikan oleh Kostering Pembentukan F-KTT Syamsudin Badudu, katanya, Forum KTT akan menjadi wadah untuk saling berbagi informasi, untuk belajar, berkolaborasi sehinggah dapat memperkecil kemunkinan Insiden dan dampak lingkungan.

“Dimana ada perusahaan yang telah memenuhi standar yang sangat tinggi kemudian disisi lain ada perusahaan yang masih tahap belajar,nah dengan forum ini kita akan berkolaborasi sehingga satu dengan yang lainnya dapat saling menbantu menberikan solusi,” kata Syamsudin dalam sambutannya.

Syamsudin mengharapkan, semoga dengan terbentuknya forum KTT Sulteng ini,kedepannya dapat saling menjaga,berkolaborasi,saling belajar berbagi dan dapat menjadi contoh dalam menerapkan pertambangan good mining practice.

Sementara itu Kordinator inspektur tambang Sulawesi Tengah Moh Saleh sangat berterimakasih ke semua pihak, khususnya Kepada Kostering komite Syamsudin Badudu,Ketua panitia Jefriyadi dan para peserta atas upaya pembentukan forum KTT tersebut.

Dimana apa yang dia harapkan telah tertanam didalam tujuan pembentukan F-KTT ini,olehnya ia meminta agar menjadi wadah untuk sharing informasi, skill sehingga posisi antara KTT tambang batuan dan nikel itu sama.

“Agar tujuan untuk meningkatkan kemanpuan KTT dan pengawas itu bisa tercapai,” tutur Saleh dalam sambutannya.

Mengingat ditahun 2022,kondisi pertambangan di Sulawesi tengah masih suram,baik dari dampak lingkungannya maupun insiden kecelakaan kerja,karena itu ia sangat berharap melalui forum F-KTT dapat menberikan solusi.

“Siapapun nanti ketua forumnya,agar bisa mengajak semua peserta F-KTT untuk mencari solusi terkait persoalan yang terjadi ditambang kita,” harap Saleh.

Dibalik semua itu, Sekkab Poso Frits Sampurnama sadar akan kondisi pertambangan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah yang masih sangat butuh perhatian.

Olehnya ia sangat berharap, melalui F-KTT dapat menberikan gambaran yang jelas bagi para KTT se-Selawesi Tengah, bagaimana progres kerja pertambangan yang lebih baik.

“Kita semua optimis forum F-KTT kedepan akan selalu mengkoordinasikan, mengantisipasi dan memastikan pelaksanaan ekplorasi pertambangn menjadi target penurunan angka kecelakaan disemua wilayah Sulawesi Tengah,” jelas Frits menyampaikan sambutan Bupati Poso.

Selepas menbacakan sambutan, Frits Sampurnama sekaligus menbuka secara resmi kegiatan pembentukan F-KTT Sulteng dengan memukul gong sebanyak tiga kali. Wan

Opini Anda

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!