Sosial Budaya

Libatkan 168 Kaum Muda Terdiri 24 Suku Ikuti Jelajah Budaya di Desa Pinedapa Poso 

Selama bertahun-tahun warga Desa Pinedapa hidup berdampingan, kurang lebih 401 Kepala Keluarga, terdiri dari 24 suku dan 2 agama. Desa ini menjadi ikon kegiatan yang bertajuk jelajah Budaya.

𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠 – Sedikitnya 168 kaum muda dari 25 desa di Kabupaten Poso, mengikuti kegiatan jelajah budaya yang diselenggarakan Institut Mosintuwu bersama pemerintah Desa Pinedapa, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (16/09-22).

Ketua Institut Mosintuwu Lian Gogali mengatakan kegiatan yang diberi nama “Jelajah Budaya Rumah KITA Poso” itu melakukan perjalanan menelusuri kampung dan melihat keunikan 16 keluarga dari suku berbeda yang tinggal di Desa Pinedapa.

“Kami sebut peserta itu sahabat jelajah budaya, mereka bertemu dengan 16 keluarga kemudian mencicipi 16 kuliner khas 16 suku ini, mendengarkan dan menyanyikan 16 lagu daerah, mengamati 16 baju adat dan mencoba mengucapkan 16 bahasa daerah,” katanya disela-sela kegiatan itu.

Tidak hanya itu, kegiatan yang dilangsungkan tanggal 14 – 16 September tersebut juga menggelar festival keberagaman dalam bentuk pertunjukan seni, teater, drama, puisi, lagu daerah dan vokal grup yang setiap peserta dibagi dalam 16 kelompok.

“Meskipun hanya 16 keberagaman yang ikut dalam jelajah budaya ini, namun suku lainnya ikut berpartisipasi dengan harapan mereka bisa merasakan keberagaman yang ada dari 25 desa,” kata Lian Gogali.

Sementara itu, Kepala Desa Pinedapa Mardianus Ndele menjelaskan bahwa Desa Pinedapa dipilih karena unsur keberagamannya, yakn ditinggali 401 kepala keluarga (KK) yang terdiri atasi 24 suku dan dua agama yang berbeda.

Menurut dia jelajah budaya tersebut merupakan kegiatan pertama yang digelar di Desa Pinedapa dan mempertemukan anak muda dari 25 desa dengan berbagai suku dan agama yang berbeda.

Berita Lainnya   Polisi Hadir Ditengah Masyarakat, Polres Poso Laksanakan Strong Poin Setiap Hari

“Kegiatan ‘Jelajah Budaya Rumah KITA Poso’ di Desa Pinedapa ini dapat terselenggara berkat kerja sama Institut Mosintuwu dan pemerintah desa serta anak-anak muda, kelompok perempuan Desa Pinedapa dan didukung oleh STT GKST Tentena,” demikian Mardianus Ndele. Antara.com

Opini Anda

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close