Polhukam

Faktor Cemburu, Dua Warga Lore Dibunuh, Pelaku Habisi Cucunya Pakai Ini 

𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠–Polres Poso berhasil menangkap pelaku atas kasus pembunuhan dua warga Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulteng pada Sabtu 25 Juni 2022 sekira pukul 23.00 WITA.

Dalam Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Poso Kompol Basrum Sychbutuh, S.H di dampingi Kasat Reskrim Polres Poso IPTU. Anang Mustaqim Setiawan dan Kanit Resum AIPDA. Pausil di Polres Poso, Selasa (28/06-22).

Dari hasil konferensi pers oleh pihak Polres Poso, teryata pelaku sendiri tak lain suami korban atau kakek dari balita yang menjadi korban pada malam Minggu tersebut.

Dihadapan sejumlah wartawan, kata Wakapolres bahwa identitas pelaku sudah diketahui, pelaku berinisial E.W.B alias E, Umur 51 tahun, jenis kelamin laki-laki warga Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulteng.

Menurut Basrum, kejadian ini terjadi berawal dari faktor kecemburuan pelaku terhadap istrinya yang juga sebagai korban saudari Dince Tope alias mama Adri bahwa korban mempunyai hubungan gelap atau punya selingkuhan.

Atas dasar itu, pelaku E.W.B alias E bereaksi pada malam hari Sabtu (25/6) sekira pukul 23.00 wita, saat itu korban istrinya saudari Dince Tope alias mama Adri, umur 51 tahun dan cucunya Klea Arista Walili alias Klea umur 3 tahun berada di rumah di Desa Watutau.

“Pelaku EB ini tak lain adalah suami korban sendiri. Untuk motifnya karena pelaku ini cemburu serta meminta uang kepada korban yang tak lain istrinya sendiri, namun permintaannya tidak diberi,” kata Wakapolres Poso, Basrum Sychbutuh, saat konferensi pers di Polres Poso, Selasa (28/06-22).

Dari hasil penyelidikan polisi, kata Basrum, EB (51) mengaku tega membunuh istrinya Dince Tope (51) karena terbakar api cemburu.

Berita Lainnya   Kasus Lakalantas, Polres Poso Menahan Mobil Anggota DPRD Morut

“EB mengaku cemburu, lalu dibawah pengaruh minuman keras dia tega membunuh istrinya sendiri,” ungkap Wakapolres.

Ditambahkan Kasat Reskrim IPTU. Anang Mustaqim Setiawan, tersangka juga tega menghabisi cucunya sendiri saat itu, karena panik saat membunuh istrinya dilihat oleh cucunya Klearista Walili (3).

“Karena dia (EB) panik, dia (EB) ini langsung pukul cucunya pakai balok,” jelas Anang.

Pelaku setelah melakukan aksinya kata Wakapolres, sengaja mencuci pakaian atau baju dan celana yang digunakannya, sementara barang-bukti yang diamankan sprei yang berlumuran darah, baju dan celana korban/istri, baju dan celana korban/cucu, parang, handphone yang berlumuran darah, puntung rokok.

Atas perbuatannya, tersangka EB diancam pasal berlapis UU Perlindungan anak, UU kekerasan dalam rumah tangga dan atau pasal 340 KUHPidana Sub pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.** MS.

Opini Anda

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
error: Content is protected !!
Close