Sosial Budaya

Proyek Pembangunan Tanggul, Warga Persoalkan Jauh dari Sungai Korolama

POSOLINE.COM- Proyek pembangunan pembuatan tanggul di Desa Korolama, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng mendapat protes dari warga.

Pasalnya, proyek bersumber dari APBD Kabupaten Morut dinilai salah penempatan lokasi pekerjaan, tanpa memperhatikan usulan warga terutama asas dan manfaatnya.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Desa Korololama Kristian A. Labunga langsung menyurati ke Bupati Morut, ditembuskan ke sejumlah instansi terkait status proyek tersebut,

“Saya langsung menyurat ke Bupati, tembusan DPRD, Nakertrans, Bapelitda dan Inspektorat, terkait status proyek tersebut,” ungkap Kades Korololama dihubungi, Selasa (31/08-21)

Merasa tidak beres, dirinya mempertanyakan keberadaan pembangunan tanggul berjarak kurang lebih satu kilo dari sungai. Padahal seharusnya lokasi pembangunan tanggul berada di pinggir sungai.

Tanpa ada koordinasi dengan Pemerintah Desa katanya, proyek ini awalnya merupakan usulan warga, sementara penempatan lokasi dilakukan secara sepihak, yang seharusnya proyek tersebut harus dikerjakan dipinggir sungai.

Diketahui proyek ini bersumber dari APBD Morut Tahun 2021 senilai Rp. 193.052.000 dikerjakan oleh CV. Gamananda Pratama waktu pelaksanaan 120 hari kalender nomor kontrak: 560/07/SPK-PL/PPK-PL/DNKT/IV/2021.

Berpindah penempatan lokasi pekerjaan tanggul tersebut, diduga untuk mengamankan rumah sewa oleh oknum salah-satu ASN di Lingkup Pemerintah Kabupaten Morut. ***

Opini Anda

Berita Lainnya   TNI-Polri dan Pemkab Poso Gelar Bakti Sosial bantu Korban Puting Beliung
Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close