Kesehatan

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkab Poso Siapkan Asrama Rawat Darurat

POSOLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso terus berupaya melakukan pencegahan menyebarnya virus Corona, salah bentuk pencegahan dengan melakukan operasi Yustisi dibeberapa tempat keramaian seperti di Pasar, RTH dan Alun-alun Lapangan Maroso Poso.

Operasi Yustisi ini tentu berpedoman pada Surat Edaran (SE) Bupati No: 41/Satgas COVID-19/VII/2021 tertanggal 7 Juli 2021 diantaranya melakukan operasi yustisi.

Selain itu dalam SE disebut Bupati Poso , dr. Verna Inkiriwang, saat ini telah melayani vaksinasi dengan sasaran Tenaga Kesehatan, pelayanan publik, lansia dan masyarakat umum yang sudah di vaksin dosis 1 dan 2 sebanyak 11.155 orang.

Untuk mengantisipasi ke depan kata Verna, Pemkab Poso telah menambah fasilitas seperti tempat tidur bagi pasien yang menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso.

“Pemerintah kabupaten Poso juga sudah menambah tempat tidur untuk perawatan COVID-19 di RSUD Poso. Ini juga berkaitan rencana antisipasi ke depan untuk pencegahan penularan Covid di daerah ini,” jelas Bupati Poso dr. Verna Inkiriwang, melalui release, Senin 12/07-21.

Hal lain yang disebut Verna, Pemkab Poso juga sudah menyediakan tempat di Asrama BKPSDM Desa Maliwuko bagi pasien menjalani rawat darurat.

“Pemkab Poso dan Satgas COVID-19 Kabupaten, akan terus melakukan operasi yustisi, melakukan penindakan terhadap pelanggar Protokol Kesehatan, melakukan vaksinasi lanjutan. Serta membuka rawat darurat COVID-19 di asrama BKPSDM Maliwuko,” ungkapnya.

Terkait dengan penanganan bagi pasien mendapat gejala, dirinya mengatakan, Surveilans ketat suspek Influenza Like Ilnes (ILI) penyakit yang menyerupai influenza untuk semua kasus yang datang ke puskesmas langsung di Rapid AG untuk penemuan kasus lebih dini.

Selanjutnya, tracking kontak erat dan penyelidikan epidemiologi kurang dari 24 jam sampai dengan 72 jam setelah kasus terkonfirmasi.

Berita Lainnya   Pemkab Poso Siapkan Dua Lahan Khusus Pemakaman Jenazah Covid-19

Pasien harus melakukan tes PCR pada hari ke 5 karantina mandiri kontak erat yang awalnya RDT negative, sehingga jika hasil PCR Positif lanjut isolasi mandiri dan jika hasil PCR nya negative dinyatakan selesai isolasi mandiri tanpa menunggu 14 hari.

“Pemerintah kabupaten akan terus bekerja mencegah dan mengendalikan penyebaran virus COVID-19 hingga kondisinya membaik dan pulih kembali,” katanya berharap. SON

Opini Anda

Selengkapnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close