Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS). Inilah visi utama yang menjadi panduan pembangunan di Kabupaten Morowali Utara (Morut). Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, dan Wakil Bupati Djira K
visi ini diimplementasikan secara agresif, menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama untuk menciptakan masyarakat yang tangguh. Keberhasilan ini ditopang oleh berbagai kebijakan strategis, termasuk pemanfaatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 200 miliar yang dialokasikan secara cerdas.
Pilar Utama ‘Sehat’: Morowali Utara Raih Universal Health Coverage
Komitmen Bupati Delis terhadap kesehatan masyarakat terlihat dari pencapaian gemilang dalam waktu singkat. Morowali Utara berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) di atas 100% (sekitar 106%). Capaian ini berarti setiap warga Morowali Utara, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sudah dijamin mendapat layanan kesehatan gratis, selaras dengan janji mewujudkan masyarakat yang ‘Sehat’ tanpa terkendala biaya.
Program unggulan yang menjadi motor penggerak pencapaian ini adalah inovasi Puskesmas Aktif Sehatkan Masyarakat (Pusaka), yang mengadopsi sistem Program Dokter Lintas Desa (ProDelis).
ProDelis: Program ini menjamin kehadiran dokter dan bahkan dokter spesialis di desa-desa terpencil. Ini adalah jawaban konkret untuk mendekatkan layanan medis yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat, menghapus disparitas akses kesehatan antara wilayah kota dan pelosok.
Optimalisasi Fasilitas: Dana PEN secara strategis dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur kesehatan, termasuk pembangunan dan pengadaan fasilitas di Rumah Sakit Kolonodale serta pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Polindes di desa-desa.
“Kesehatan adalah investasi dasar bagi masyarakat yang cerdas dan sejahtera. Akses yang mudah dan merata adalah hak mutlak yang harus kami penuhi,” ujar Bupati Delis.
Dana PEN Mempercepat Akses Layanan
Meskipun fokus utama adalah kesehatan, pencapaian visi SCS tidak lepas dari dukungan infrastruktur. Sebagian besar dana PEN difokuskan untuk membiayai proyek infrastruktur jalan yang vital.
Perbaikan jalan ini berperan penting sebagai pendukung layanan kesehatan, memastikan ambulans dan tim medis dapat menjangkau pasien di daerah terpencil dengan lebih cepat. Selain itu, perbaikan konektivitas juga mendorong pilar ‘Sejahtera’ dengan memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai rekor tertinggi di Sulawesi (23,94 persen).
Pemerintah Kabupaten tetap transparan mengenai tantangan yang dihadapi. Beberapa ruas jalan yang didanai melalui program PEN masih belum terselesaikan 100% karena kendala teknis dan geografis. Upaya percepatan terus dilakukan untuk menuntaskan pekerjaan rumah ini demi optimalisasi manfaat infrastruktur secara menyeluruh.
Bebas Desa Tertinggal dan Peningkatan Kualitas ‘Cerdas’
Sinergi antara kesehatan yang kuat dan infrastruktur yang memadai telah menghasilkan dampak sosial yang signifikan.
Nihil Desa Tertinggal:
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2025, Morowali Utara resmi berstatus nihil desa tertinggal. Padahal, pada awal kepemimpinan di tahun 2021, masih terdapat 37 desa tertinggal.
Pilar ‘Cerdas’: Selain peningkatan mutu pendidikan, komitmen terhadap pilar ‘Cerdas’ diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan pembebasan uang komite sekolah bagi siswa SD dan SMP, meringankan beban ekonomi keluarga.
Visi Sehat, Cerdas, dan Sejahtera di Morowali Utara adalah kisah keberhasilan tentang bagaimana kepemimpinan yang berani mengambil langkah strategis, didukung pendanaan inovatif, mampu memberikan dampak nyata dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (Simson Towengke)

Opini Anda