MORUT– Warga Desa Tokonanaka, Kecamatan Bungku Utara, Morowali Utara, kembali meluapkan kekecewaannya terhadap PT Stardust Estate Investment (SEI). Mereka berencana melakukan aksi demonstrasi di JETI PT SEI dengan jumlah massa yang lebih besar dibandingkan aksi sebelumnya.
Rencana aksi ini dipicu lantaran perusahaan hingga kini belum merealisasikan kesepakatan terkait kompensasi untuk nelayan Tokonanaka, meski sudah ada berita acara resmi yang ditandatangani bersama. Kesepakatan tersebut lahir dalam pertemuan yang digelar Pemerintah Daerah Morowali Utara bersama pihak perusahaan dan masyarakat Tokonanaka pada 5 Mei 2025 di ruang pola kantor bupati.
Dalam pertemuan itu, seluruh pihak menyetujui bahwa aktivitas perlintasan kapal tongkang milik PT SEI di Teluk Tomori dan perairan sekitar Tokonanaka telah mengganggu nelayan setempat. Dampak utamanya, hasil tangkapan ikan menurun drastis karena area tangkap terganggu oleh aktivitas bongkar muat perusahaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT SEI diwajibkan memberikan kompensasi kepada nelayan Tokonanaka sebesar Rp500 ribu per bulan per kepala keluarga. Pembayaran tersebut ditetapkan berlaku sejak keluarnya berita acara pertemuan tersebut.
Namun, hingga pertengahan Agustus 2025, masyarakat mengaku belum pernah menerima realisasi kompensasi dari perusahaan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam, bahkan dianggap sebagai bentuk ingkar janji dari PT SEI terhadap kesepakatan yang sudah disepakati bersama.
Kepala Desa Tokonanaka, Asrar Sondeng, membenarkan adanya keresahan warganya. Ia mengaku pihak desa sudah berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat, namun hingga kini belum ada kejelasan tindak lanjut dari pihak perusahaan. “Kami juga bingung, karena sampai saat ini tidak ada realisasi dari PT SEI,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Tokonanaka sempat melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan aksi unjuk rasa di kantor desa. Aksi tersebut dipicu anggapan bahwa pemerintah desa tidak mampu menyelesaikan masalah dan terkesan lamban menindaklanjuti tuntutan warga.
Menurut perwakilan masyarakat, aksi demonstrasi yang rencananya digelar di JETI PT SEI akan melibatkan jumlah massa lebih besar. Hal ini dimaksudkan agar pihak perusahaan benar-benar mendengar aspirasi dan segera merealisasikan kewajiban kompensasi yang sudah dijanjikan.
Selain menuntut realisasi kompensasi, warga juga meminta PT SEI bertanggung jawab penuh terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan akibat aktivitas perusahaan di wilayah Teluk Tomori. Masyarakat berharap pemerintah daerah turut mengawal kesepakatan agar tidak hanya menjadi dokumen tanpa kepastian.
Dengan situasi yang semakin memanas, warga Tokonanaka menegaskan bahwa aksi protes akan terus dilakukan hingga PT SEI merealisasikan hak-hak nelayan. Mereka berharap perusahaan tidak lagi menunda kewajibannya demi menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat. JEM

Opini Anda