Ket : BERSAMA – Terlihat para guru yang sedang menggelar doa bersama
POSOLINE.COM- Aksi mogok kerja yang terus digelar para guru dan para staf di lingkungan SMA Negeri 3 Poso, terus berlanjut hingga pekan ke tiga, Jumat 1 Oktober 2021.
Menariknya, pada aksi mogok kerja hingga pekan Ke 3 ini, para guru menggelar aksi doa bersama yang diikuti oleh para guru dari SMA Negeri 1 Poso.
Bergabungnya para guru dari SMA Negeri 1 Poso ini bukan tanpa alasan. Hal terkait rasa solidaritas para guru, Karena sebelumnya kepala sekolah SMA Negeri 1 Poso, turut di eksekusi sebagai terpidana pada perkara korupsi dana komite sekolah.
Sebelum digelarnya aksi doa bersama tersebut, koordinator aksi Putu Sudama, dalam orasinya antara lain mengatakan, dengan adanya doa bersama ini, Sebagai bentuk keyakinan kalau harapan itu tidak akan pernah sirna akan datangnya keadilan sejati.
“Doa bersama para guru dari dua sekolah ini, semoga memberi efek pada lahirnya keadilan bagi para kepala sekolah” ungkap sosok yang akrab di sapa pak Putu ini
Selain itu, pada press release Putu Sudama juga menyatakan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi pihak Komnas HAM RI. “Sembari mengetuk pintu pintu langit untuk datangnya keadilan sejati, kami juga berencana akan sowan Ke pihak Komnas HAM, sebagai bentuk ikhtiar” urai Putu.
Aksi mogok kerja yang digelar para guru di lingkungan SMA Negeri 3 Poso ini, ternyata mendapat dukungan secara moril oleh sebagian besar para guru yang ada di Poso.
“Sebagai pendidik, kami prihatin atas apa yang menimpa kepala sekolah SMAN 1 dan SMAN 3 Poso” ungkap salah seorang guru pada media ini.
Perlu diketahui, aksi mogok kerja para guru di lingkungan SMAN 3 Poso ini dilatar belakangi paskah di tetapkanya kepala sekolah SMA Negeri 3 Poso Drs. Suhariono sebagai terpidana oleh Majelis Hakim Makamah Agung (MA), Karena terbukti telah melakukan tindak Pidana korupsi Dana komite sekolah, pada tahun 2017 silam. SYM

Opini Anda