POSO – Sebuah kisah luar biasa tentang pengabdian tanpa batas datang dari Ede Lumira, seorang sopir ambulans di Kabupaten Poso. Sejak mulai mengoperasikan ambulans milik Partai Gerindra pada tahun 2014, Ede telah mendedikasikan dirinya untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir, mencatatkan angka menakjubkan: 2.032 jenazah telah ia layani hingga saat ini.
Dedikasi Ede terlihat dari jangkauan layanannya yang tidak terbatas. Ia seringkali harus menempuh jarak jauh, melintasi batas provinsi, demi memenuhi panggilan kemanusiaan.
Jarak Tempuh Terjauh katanya telah mengantar jenazah hingga ke Kendari (Sulawesi Tenggara), Manado (Sulawesi Utara), dan Makassar.
Seperti jangkauan regional, sudah melayani berbagai daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Poso dan wilayah sekitarnya.
Meskipun menghadapi perjalanan panjang yang melelahkan dan penuh tantangan, Ede menegaskan bahwa ia tidak pernah mengeluh. Keikhlasan ini semakin diperkuat fakta bahwa biaya operasional dan perawatan kendaraan ambulans seringkali harus ia tanggung sendiri.
Hal yang paling menyentuh dari layanan Ede adalah komitmennya untuk tidak membebani keluarga duka dengan tarif tinggi, jauh berbeda dengan layanan ambulans komersial. Ia bahkan sering menalangi biaya operasional dan perawatan kendaraan dari kantongnya sendiri.
“Seperti tujuan Tentena dan sekitarnya, hanya dibebankan Rp300.000,” ungkap Ede, menegaskan bahwa ia tidak memasang tarif layaknya kendaraan ambulans komersial lainnya.
Untuk mempermudah keluarga yang berduka, Ede juga berinisiatif menyediakan peti mati yang ia buat sendiri di waktu luangnya. Untuk layanan satu paket dengan peti mati, ia menetapkan harga dasar Rp1.800.000. Menariknya, Ede sering memberikan potongan harga (diskon) sebesar Rp100.000 untuk peti mati tersebut. Dengan demikian, jika digabungkan dengan biaya pengantaran ke Tentena, total yang dibayarkan keluarga duka hanya menjadi Rp2.050.000 saja.
Layanan Ede Lumira yang tulus dan murah ini telah menjadi oase ketenangan bagi banyak keluarga di Poso. Pelayanannya tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga beban psikologis saat menghadapi kehilangan.
Kisah Ede diharapkan menjadi teladan bagi penyedia layanan publik dan kemanusiaan. Dengan melayani lebih dari dua ribu jenazah, ia membuktikan bahwa pelayanan terbaik lahir dari niat tulus dan kemanusiaan, bukan dari besarnya imbalan.
Masyarakat berharap, pihak terkait, khususnya Partai Gerindra Poso, dapat memberikan dukungan dan apresiasi yang layak kepada Ede Lumira, agar dedikasi mulia ini dapat terus berlanjut. SON

Opini Anda