𝗣𝗢𝗦𝗢𝗟𝗜𝗡𝗘.𝗖𝗢𝗠- Bawaslu Kabupaten Poso menemukan adanya indikasi data pemilih ganda berdasarkan hasil pencermatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan pada 12 April 2023 pekan lalu.
Dari hasil penetapan 182.764 Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), pihak Bawaslu terlebih dahulu melakukan penelitian kembali sebelum KPU menetapkannya.
Ketua Bawaslu Poso Abdul Malik Saleh, mengatakan jika data sementara hasil pencermatan DPS, ditemukan 607 data terindikasi pemilih ganda.
“Hasil sementara, 99 warga meninggal dunia, 11 warga tercatat sebagai anggota TNI, 94 pindah domisili 6 tidak dikenal, 26 warga tidak bisa ditemui dan 1 warga pindah TPS,” rinci Ketua Bawaslu Poso Malik Saleh, Senin (17/04-23).
Menurutnya, angka data DPS yang diduga ganda tersebut kemungkinan besar masih bertambah, mengingat dari 19 kecamatan yang sudah dilakukan pencermatan, masih ada Tiga kecamatan yang belum melaporkan hasil pencermatan yaitu Kecamatan Lore Tengah, Lore Barat dan Lore Selatan akibat terkendala jaringan internet.
‘’Dari 607 jumlah DPS yang diduga ganda setelah dilakukan pencermatan oleh Bawaslu Poso, kemungkinan besar masih bertambah mengingat masih ada 3 kecamatan lagi yang belum melaporkan hasil pencermatan dilapangan karena terkendala jaringan internet,’’
Malik Saleh juga mengatakan, terkait banyaknya jumlah temuan DPS yang diduga ganda, meminta agar dalam waktu perbaikan DPS ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan memberikan masukan dan tanggapan terkait nama- nama yang diumumkan dalam DPS sebelum penetapan DPSHP oleh KPU.
Ada temuan data ganda itu, berdasarkan hasil penelusuran saat penelitian dan pencocokan (Coklit) oleh pihak Bawaslu Poso, mulai dari tingkat Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Kelurahan dan Desa, tersebar di 19 kecamatan dan 28 Kelurahan dan 142 Desa di Kabupaten Poso.
“Paling banyak temuan di Kecamatan Poso Kota Utara, kecamatan ini yang paling banyak temuan,” ungkapnya. PL

Opini Anda