Ket foto : Ketua Kelompok Tani Tanono Marsion Pondete paparkan bibit jagung lokal.
POSOLINE.COM – Kelompok Tani Tanono Desa Sangira, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulteng mengembangkan bibit jagung lokal yang ditanam secara turun temurun.
Bahkan ada dua varietas bibit lokal itu adalah jole angga (jagung setan) dan jole boti (jagung monyet). Selain itu harga bibit unggul terbilang cukup mahal.
Ketua Kelompok Tani Tanono, Marsion Pondete mengatakan, kedua varietas bibit lokal itu sudah ditanam enam kali dan hasilnya bagus.
Diberi nama jagung lokal jole angga (jagung setan) berwarna merah dan jole boti (jagung monyet) karen warnanya hitam ini tahan dari hama khususnya monyet. “Dikira busuk jadi monyet tidak tertarik,” kata Marsion
“Per hektar bisa menghasilkan 3,8 ton jagung tanpa memakai pupuk. Setahun bisa tanam tiga kali karena usia tanaman hanya tiga bulan tiga minggu,” jelasnya.
Dari sisi pemasaran, katanya cukup bagus. Harga tertinggi Rp5.000 per kilo dan terendah Rp 3,800 per kilo.
“Mau enam kali tanam, hasilnya tetap sama. Tidak pernah pakai pupuk. Sekarang panen tiga ton hasilnya dan tidak memakai pupuk,” ujarnya.
Marsion memilih tetap menanam jagung dari bibit lokal karena harga bibit unggul dinilainya cukup mahal yaitu Rp 60 ribu holingga Rp130 ribu perkilogram.
“Makanya saya tetap memakai bibit lokal,” kata Marsion, saat mengikuti Gerakan Tanam Perdana Jagung varietas Nasa 29 dari Kementerian Pertanian. MS

Opini Anda