MORUT— Memasuki satu bulan masa jabatan usai dilantik, Kepala Desa (Kades) Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Monde Laega, S.H., mulai merealisasikan sejumlah agenda kerja strategis. Pembenahan difokuskan pada tata kelola administrasi pemerintahan desa hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Monde Laega mengungkapkan, langkah awal yang diambil adalah menata aspek internal pemerintahan desa, mulai dari sarana-prasarana kantor hingga kerapian administrasi.
“Untuk tahap awal, kami fokus membenahi perlengkapan dan administrasi kantor. Pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama agar dapat berjalan optimal,” ujar Monde Laega kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Mantan anggota DPRD Morowali Utara yang juga pengurus Dewan Adat Wita Mori ini menegaskan, tata kelola internal yang rapi merupakan syarat utama untuk menciptakan pelayanan publik yang merata dan prima. Ia mengimbau seluruh perangkat desa bekerja profesional tanpa membedakan latar belakang warga.
Fokus Program 100 Hari Kerja Kades Tompira
Menghadapi awal masa jabatannya, Pemdes Tompira menetapkan skala prioritas melalui program 100 hari kerja. Program ini disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan mendasar masyarakat serta kondisi terkini di Desa Tompira.
“Dalam 100 hari kerja, kami fokus pada capaian yang menjadi prioritas utama. Kami ingin memastikan fondasi pemerintahan dan pelayanan dasar berjalan dengan baik terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan transparansi dan partisipasi publik. Dukungan aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar perencanaan pembangunan dapat terealisasi sesuai sasaran.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Pemdes Tompira akan melakukan evaluasi berkala terhadap seluruh capaian program 100 hari pertama. Momentum awal kepemimpinan ini diharapkan menjadi pijakan kokoh menuju tata kelola desa yang lebih modern, inklusif, dan akuntabel. RED

Opini Anda