

POSO- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Poso, AKBP Alowisius Londar, S.I.K., secara resmi membuka Open Turnamen Domino Piala Kapolres Poso II pada Rabu (24/06/2026). Kegiatan yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp40 juta ini digelar di halaman Markas Komando (Mako) Polres Poso dan berlangsung selama tiga hari hingga 26 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar menekankan bahwa esensi dari turnamen ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan sebuah filosofi kemitraan yang mendalam antara Polri dan masyarakat. Ia pun menjabarkan akronim “Domino” sebagai representasi dari visi tersebut.
“Secara filosofis, semangat kebersamaan itu ada di sini. Domino itu artinya Dorong optimalisasi, Mitra, dan No konflik. Jadi, tidak akan ada konflik kalau kita bisa bermitra secara optimal antara polisi dengan masyarakat,” ujar AKBP Alowisius Londar di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen Polres Poso dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia menegaskan, keberlanjutan agenda positif seperti ini sangat bergantung pada dukungan dan timbal balik dari masyarakat serta para pecinta olahraga domino.
“Di meja pertandingan, kita diajarkan untuk tidak egois. Kita harus melihat pasangan kita dan memperhitungkan lawan. Kemenangan sesungguhnya adalah bagaimana kita mengambil pelajaran berharga di setiap sendi kehidupan, layaknya mengatur strategi persoalan batu domino yang kita pegang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga pengurus Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Porhibosong, Ardiyanto Usman, SH., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polres Poso yang telah memberikan pembinaan dan ruang bagi pelaksanaan kegiatan positif ini sejak tahun pertama hingga memasuki tahun kedua.
Ardiyanto menegaskan, piala yang diperebutkan dalam turnamen ini dipastikan merupakan piala bergilir yang akan dilaksanakan setiap tahunnya. Namun, ia mengingatkan bahwa nilai kompetisi bukanlah prioritas utama.
“Total hadiahnya Rp40 juta, tetapi yang paling utama adalah semangat membangun kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi, melatih strategi, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat,” kata Ardiyanto.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua DPRD Poso, Kadis Kumperindag mewakili Bupati Poso, Ketua MUI Poso, Ketua FKUB, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, Kadispora, serta perwakilan Ketua KONI. SON

Opini Anda