KOLONODALE β Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pers di daerah. Hal ini tercermin dalam suksesnya penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perdana yang digelar di Hotel Jompi, Kolonodale, pada 8-9 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tema βPers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuatβ ini resmi ditutup pada Sabtu (09/05/2026) setelah berlangsung selama dua hari dengan berbagai tahapan ujian yang ketat.
Saat membuka kegiatan pada Jumat (08/05), Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah dan mengawal pemerintahan secara objektif.
Bupati Delis menyatakan bahwa pemerintahan “Delis-Djira” tidak anti-kritik dan sangat terbuka terhadap masukan dari insan pers. Menurutnya, media adalah instrumen penting dalam evaluasi kebijakan dan pembangunan daerah.
“Wartawan harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengkritisi, tetapi juga ikut mendorong pembangunan melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang. Kami memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung peningkatan kapasitas insan pers di masa mendatang,” ungkap Bupati Delis.
UKW perdana di Morowali Utara ini diikuti oleh 12 peserta yang terbagi dalam tiga kelas, yakni satu kelas jenjang Madya dan dua kelas jenjang Muda, dengan peserta yang berasal dari Kabupaten Morowali Utara, Poso, dan Parigi Moutong.
Berdasarkan hasil penilaian tim penguji, 12 wartawan dinyatakan kompeten, sementara 2 peserta lainnya dinilai belum memenuhi standar kompetensi pada kesempatan kali ini.
Ketua PWI Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana, memberikan apresiasi tinggi kepada Panitia PWI Morut atas kesuksesan acara tersebut. Ia mengingatkan para peserta bahwa menjaga kompetensi dan profesionalisme adalah tantangan yang berkelanjutan.
“Profesi wartawan ini luar biasa. Tugas wartawan adalah menjadi agen penyambung lidah masyarakat sekaligus bagian dari agen pembangunan daerah,” tegas Tri Putra.
Ia juga menekankan pentingnya jurnalistik bersahabat, di mana wartawan tetap kritis namun konstruktif. “Dengan kritik yang membangun, kita sesungguhnya memperlihatkan celah yang selama ini tidak terlihat oleh pemerintah,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya, Ketua TP-PKK Morut sekaligus Anggota DPD RI Sulteng, Febriyanthi H.D.J. Hehi, S.Si, Apt, Dewan Kehormatan PWI Sulteng, Mahmud Matangara, Sekretaris PWI Sulteng, Temu Sutrisno, Wartawan Senior, Ery Tamalagi, Pengurus Pusat PWI, Kadirat (Pengurus PWI Pusat)
Sebagai bentuk penghargaan dan edukasi sejarah, PWI Sulawesi Tengah juga menyerahkan secara simbolis buku berjudul “Jejak Perjuangan Rusdi Toana”, yang mengisahkan sosok tokoh pers sekaligus pendiri Provinsi Sulawesi Tengah, kepada Bupati Delis dan para tamu undangan lainnya.

Opini Anda