MOROWALI UTARA β PT Cipta Agro Nusantara (PT CAN) menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkar operasional perusahaan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT CAN menyalurkan bantuan penguatan layanan kesehatan kepada tiga posyandu binaan di Kabupaten Morowali Utara (Morut).
Ketiga posyandu tersebut adalah Posyandu Mawar (Desa Petumbea), Posyandu Melati (Desa Ronta), dan Posyandu Asoka (Desa Pontangoa). Langkah ini diambil guna mendukung optimalisasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa.
Program ini dirancang secara komprehensif, mencakup pemberian dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk menekan angka stunting, hingga dukungan langsung terhadap kesejahteraan para kader kesehatan.
Ketua Kader Posyandu Asoka Desa Pontangoa, Siti Nurul Azmi, mengapresiasi bantuan rutin yang diberikan perusahaan. Menurutnya, dukungan ini sangat krusial bagi operasional di lapangan.
“Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan anak, ibu hamil, dan lansia di desa kami. Mulai dari dana PMT hingga perlengkapan posyandu sangat menunjang kerja kami,” ungkap Siti.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Ronta, Berkat Utama Lemangga, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata sinergi sektor swasta dan pemerintah desa. “Dukungan perusahaan menjadi motor penggerak dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.
Tak hanya memberikan bantuan fisik, PT CAN juga mendorong modernisasi layanan melalui penyediaan alat kesehatan digital seperti timbangan dan tensimeter digital. Perusahaan juga memfasilitasi pelatihan pencatatan data digital bagi kader agar sinkronisasi data kesehatan warga menjadi lebih akurat.
Asisten CSR PT CAN, Ade Sunarto, menegaskan bahwa kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Oleh karena itu, pemberian insentif dan pelatihan menjadi prioritas perusahaan.
“Kader adalah pahlawan tanpa tanda jasa di garda terdepan. Dengan insentif dan pelatihan ini, kami berharap motivasi mereka meningkat dalam mengawal transformasi kesehatan melalui skema ILP,” jelas Ade.
Penerapan ILP di posyandu binaan PT CAN memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan dalam satu pintu yang mencakup seluruh siklus hidupβmulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.
Melalui kolaborasi antara PT CAN, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan setempat, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Morowali Utara.**

Opini Anda