π£π’π¦π’πππ‘π.ππ’π - Hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), tentunya menjadi persoalan bersama di daerah, Ini perlu diketahui apa yang telah dilakukan PT Poso Energy dan apa dampak sosialnya bagi masyarakat.
Hal itu di sampaikan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah Temu Sutrisno saat pembukaan giat Bincang Akhir Tahun yang bertemakan,”Mendorong Pembangunan Energy Baru dan Terbarukan” di Sulteng, di Palu Golden Hotel, Kamis (15/12-22).
Kegiatan ini difasilitasi PWI Sulawesi Tengah bersama PT Poso Energy hadir narasumber Tenaga Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam dan Energi Andika, Manager CSR PT Poso Energy Irma Suryani, Manager Bisnis PT Poso Energy, Ismet Rahmad Kartono, Bupati Poso diwakili Asisten II Chrisnawati Limbong dan sejumlah wartawan.
Manager Bisnis PT Poso Energy, Ismet Rahmat Kartono, dalam pemaparannya mengatakan, potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia masih sangat potensial, khusus di Pulau Sulawesi, sesuai dengan data statistik EBTKE, tercatat 10.200 megawatt (MW) dari energi air khusus yang menjadi konsentrasi PT Poso Energy.
Ke depan, beberapa strategi telah dirancang untuk optimalisasi EBT itu, seperti riset, pembangunan infrastruktur energi, perbaikan kebijakan harga, pengembangan instrumen kebijakan fiskal yang berkaitan dengan energi.
Selanjutnya yakni menerapkan prinsip good governance dan transparansi, mendorong investasi swasta, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta rencana peningkatan kegiatan eksplorasi wilayah konsesi.
Sementara itu, Manager CSR PT Poso Energy, Irma Suryani parparkan pihaknya berkomitmen mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan perusahaan, menyerap tenaga kerja lokal, dan optimalisasi CSR untuk pengembangan Sumber Daya Masyarakat.
Awal penyerapan tenaga kerja lokal, sejak 2005 hingga 2022, pihaknya telah menyerap tenaga kerja setidaknya 820 karyawan lokal untuk konstruksi PLTA Poso, dan 345 karyawan untuk operasional dan pemeliharaan PLTA Poso 515 MW.
βSelain itu, kita juga melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat dalam perlindungan lingkungan pemanfaatan danau poso; penanaman 475 ha dengan jumlah bibit 112.000 pohon dengan melibatkan 5 kecamatan, 40 desa. Ada juga penyuluhan, pendampingan penanaman dan pemeliharaan yang melibatkan masyarakat,β jelas Irma.
CSR PT Poso Energi sebutnya, mencakup beberapa bidang, seperti Kesehatan, sosial masyarakat, Pendidikan, perlindungan lingkungan, dan kerja sama kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Inilah kontribusi yang akan diberikan kepada negara, pemerintah baik daerah maupun nasional, artinya setelah selesai kontrak 30 tahun itu maka PLTA ini akan diserahkan untuk dilanjutkan,” kata Irma Demikian. PL

Opini Anda