π£π’π¦π’πππ‘π.ππ’π - Polres Poso mengambil langkah tegas untuk melakukan pengamanan ketat terhadap enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Pengamanan tersebut dilakukan sebagai respon atas keluhan masyarakat terkait banyaknya pengisian jerigen yang dilakukan oleh petugas SPBU, berdampak antrian panjang sebelum dan pasca kenaikan BBM.
Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf ditemui mengatakan, pengamanan di SPBU menjadi perhatian Polisi. Selain untuk mengurangi antrian, pengaman tersebut juga sekaligus untuk mengantisipasi adanya pengisian jerigen.
Menurutnya, laporan serta keluhan masyarakat selama ini terkait pembelian BBM bersubsidi seperti Solar dan Pertalite oleh oknum-oknum tertentu dinilai sudah cukup mengganggu, sehingga harus ditertibkan secara perlahan -lahan dengan menempatkan sejumlah Personil Polisi disetiap SPBU.
βPasca kenaikan harga BBM hingga hari ini kami sudah melakukan pengamanan di SPBU,dengan harapan oknum-oknum yang selama ini selalu membeli BBM bersubsidi menggunakan Jerigen perlahan-lahan kita bisa bersihkan, tentunya dalam upaya penertiban tetap mengedepankan tindakan persuasif,β ungkap Kapolres Poso, ditemui, Selasa (13/09-22).
Dia menjelaskan, secara umum untuk wilayah hukum Polres Poso tidak terjadi kelangkaan BBM, namun antrian panjang yang terjadi di SPBU.
“Dengan adanya pengamanan anggota Polisi disetiap SPBU di Poso, beberapa hari kedepan antrian kendaraan BBM di SPBU tidak lagi terjadi,” sebutnya.
Langkah ini ditempuh setelah komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Poso, TNI dan Kejaksaan untuk sama-sama melakukan pengawasan, termasuk mengundang pihak pengelola SPBU untuk tidak melakukan pengisian jerigen.
Sementara untuk nelayan dan kelompok petani katanya, harus membawa surat rekomendasi dari dinas terkait. MSR

Opini Anda